Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Dari Sampah Plastik, Mahasiswa KKN UNIKAMA Buka Peluang Usaha Baru di Pandanmulyo

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

01 - Sep - 2026, 14:58

Placeholder
Mahasiswa KKN UNIKAMA bersama ibu-ibu PKK Desa Pandanmulyo berfoto bersama usai pelatihan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas di Balai Desa Pandanmulyo, Malang (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Barang bekas tak selalu harus berakhir di tempat sampah. Di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, tutup botol plastik yang selama ini dipandang sebagai limbah justru disulap menjadi kerajinan kreatif berupa gantungan kunci.

Inovasi tersebut diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) melalui pelatihan bersama ibu-ibu PKK Desa Pandanmulyo yang digelar di Balai Desa Pandanmulyo.

Baca Juga : Mas Ibin Siapkan Rp3 Miliar Penghargaan Kemendagri untuk Beasiswa dan Benahi Persampahan Kota Blitar

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UNIKAMA untuk mendorong kreativitas masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah rumah tangga. Tak hanya itu, kerajinan berbahan dasar tutup botol bekas tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Penanggung jawab kegiatan, Keisha, mengatakan pemilihan tutup botol sebagai bahan utama berangkat dari kondisi lingkungan sekitar. Ia melihat masih banyak ditemukan sampah plastik yang butuh sentuhan.

“Kita memilih tutup botol bekas sebagai bahan baku pembuatan kerajinan ini karena melihat bahwa di lingkungan Desa Pandanmulyo masih banyak sampah plastik seperti tutup botol dan warga masih belum tau cara pengolahannya agar bisa menjadi barang yang bermanfaat,” ujar Keisha.

Menurut Keisha, pelatihan tersebut bukan sekadar mengajarkan keterampilan membuat kerajinan. Lebih dari itu, mahasiswa KKN ingin membuka wawasan ibu-ibu PKK bahwa limbah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna sekaligus berpeluang dipasarkan.

Proses pembuatannya pun relatif sederhana. Bahan utama yang digunakan adalah tutup botol bekas yang telah dibersihkan dan dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Sementara peralatan yang dibutuhkan meliputi setrika, baking paper, cetakan kue karakter, gunting besar, cutter, sarung tangan, serta pengait gantungan kunci.

“Untuk bahan utamanya tutup botol bekas yang sudah dicuci dan dipotong kecil-kecil, lalu ada setrika, baking paper, cetakan kue karakter, gunting besar, cutter, sarung tangan, pengait gantungan, semua alat dan bahan ini mudah didapatkan di toko maupun online shop, kalau setrika pasti ibu-ibu di rumah punya semua kan?,” tutur Keisha sambil tertawa ringan.

Tahapan pembuatannya dimulai dengan melelehkan potongan tutup botol di atas baking paper menggunakan setrika. Setelah bahan mulai menyatu, material tersebut kemudian dicetak menggunakan cetakan karakter sesuai bentuk yang diinginkan.

Pada kondisi masih setengah panas, bagian tepi hasil cetakan dirapikan menggunakan cutter atau gunting. Agar tampilannya lebih menarik, warna tutup botol juga dapat dikombinasikan sesuai kreativitas masing-masing.

“Kalau mau warna yang menarik tinggal main campur campur warna saja dari tutup botol nya,” kata Keisha.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Setelah mendapatkan contoh dari mahasiswa KKN, ibu-ibu PKK langsung mencoba membuat gantungan kunci masing-masing. Mereka juga saling berdiskusi sembari mengolah potongan tutup botol dan mendapat pendampingan mahasiswa ketika mengalami kendala saat mencetak maupun membentuk bahan.

Salah satu peserta, Mila, mengaku baru pertama kali membuat kerajinan gantungan kunci dari tutup botol bekas. Menurutnya, proses yang semula terlihat rumit ternyata cukup mudah dilakukan.

Baca Juga : 1.527 Mahasiswa Baru UMLA Siap Tempuh Perjalanan Akademik

“Ternyata alat dan bahan nya sederhana mbak, dan mudah juga cara membuatnya, sebelumnya saya cuman pernah liat di tik-tok aja, waktu praktek ternyata tidak terlalu sulit, kebetulan saya juga ada usaha bikin ganci,namun yang ini masih pertama kali, kreatif juga ternyata dari tutup botol bisa jadi ganci yang lucu,” kata Mila.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua PKK Desa Pandanmulyo sekaligus istri Kepala Desa Pandanmulyo, Titik Kusdariati. Ia menilai pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN UNIKAMA memberikan pengalaman baru bagi ibu-ibu PKK.

“Ternyata barang sederhana yang biasa disepelekan orang seperti tutup botol bisa menjadi kerajinan yang lucu seperti gantungan kunci ini” ujar Titik sambil memerkan gantungan kunci buatannya.

Titik menyebut pelatihan pemanfaatan tutup botol menjadi gantungan kunci tersebut menjadi kegiatan pertama dengan konsep serupa selama mahasiswa KKN hadir di Desa Pandanmulyo.

“Dari KKN sebelum-sebelumnya belum pernah ada ide pelatihan gini mbak, ini yang pertama kali, mangkan nya waktu ditawarkan saya dan ibu-ibu PKK juga penasaran bagaimana cara nya, ternyata simpel dan gak sulit juga, apalagi diberikan bahan untuk memasarkannya,” tambah Titik.

Ia berharap keterampilan yang telah diperkenalkan mahasiswa KKN UNIKAMA tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga produk hasil kreativitas ibu-ibu PKK memiliki peluang untuk dipasarkan.

Pelatihan ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya mengurangi limbah plastik dapat dimulai dari hal sederhana. Tutup botol yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah kini bisa diolah menjadi produk kreatif dengan bentuk dan fungsi baru.

Bagi mahasiswa KKN UNIKAMA, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Sementara bagi ibu-ibu PKK Pandanmulyo, keterampilan baru ini membuka peluang untuk terus berkreasi dan mengembangkan produk kerajinan yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.


Topik

Pendidikan unikama universitas kanjuruhan malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri