Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

BNPB Gandeng Unisba Blitar, Mahasiswa Teknik Sipil Petakan Ketahanan Rumah terhadap Gempa

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

27 - Aug - 2026, 14:13

Placeholder
Plt Rektor Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar Dr. Supriyono, M.Ed., bersama Kepala BPBD Kota Blitar Agus Suherli dan Wakil Dekan Fakultas Teknik dan Informatika Unisba Blitar Abdi Pandu Kusuma, S.Kom., M.T., saat pembukaan Bimbingan Teknis Penilaian Awal Kerentanan Bangunan di Unisba Blitar, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Teknik Sipil sebagai enumerator untuk memetakan ketahanan rumah tinggal terhadap risiko gempa bumi.(Foto: Unisba Blitar)

JATIMTIMES – Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mitigasi bencana. Melalui sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Kota Blitar, Unisba menerjunkan puluhan mahasiswa Teknik Sipil untuk memetakan ketahanan rumah tinggal terhadap risiko gempa bumi.

Program ini diawali dengan bimbingan teknis (bimtek) Penilaian Awal Kerentanan Bangunan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Sebanyak 37 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Unisba Blitar dari semester III hingga VII dilibatkan sebagai enumerator. Mereka dipilih karena telah memiliki bekal akademik yang berkaitan dengan struktur bangunan dan ketahanan terhadap gempa.

Baca Juga : Atur Skor Kepatuhan Aplikator, Raperda Transportasi Online Jatim Siapkan Insentif hingga Sanksi

Kegiatan dirancang dalam dua tahap. Tiga hari pertama digunakan untuk membekali enumerator sebelum melakukan penilaian langsung terhadap rumah warga. Setelah itu, mereka akan menjalani survei lapangan selama lima hari.

Analis Bencana Ahli Muda Direktorat Mitigasi BNPB Ayu Setyadewi mengatakan, pembekalan tidak hanya menyangkut aspek teknis konstruksi tahan gempa. Peserta juga dibekali teknik wawancara, simulasi hingga praktik melakukan penilaian bangunan.

"Jadi kami membekali para mahasiswa yang menjadi enumerator terkait materi-materi yang diperlukan saat nanti mereka turun ke lapangan," kata Ayu.

Menjangkau Sekitar 1.000 Rumah

Bnpb

Setelah menyelesaikan bimtek, para enumerator akan bergerak melakukan penilaian terhadap rumah-rumah yang telah ditentukan. Setiap mahasiswa ditargetkan menangani lima rumah. Secara keseluruhan, survei yang melibatkan mahasiswa dan unsur BPBD tersebut diproyeksikan menjangkau sekitar 1.000 rumah.

Sasaran utama program adalah rumah tinggal satu lantai milik pribadi yang dibangun secara mandiri atau swadaya, bukan rumah yang dibangun pengembang. Pemilihan tersebut berkaitan dengan metode penilaian sekaligus kebutuhan untuk mengetahui kualitas struktur rumah masyarakat yang selama ini dibangun secara individual.

"Kita mau mengetahui kondisi rumah tinggal di Kota Blitar itu seperti apa. Kita fokus ke rumah tinggal yang dibikin sendiri, bukan memakai developer, rumah milik pribadi dan satu lantai," ujar Ayu.

Tim akan menilai apakah struktur bangunan telah memenuhi ketentuan bangunan tahan gempa. Penilaian juga diarahkan untuk memetakan rumah yang berada pada kawasan dengan kerawanan gempa.

Hasil survei nantinya dapat menjadi bahan masukan bagi perangkat daerah yang menangani pekerjaan umum dan perumahan. Data tersebut diharapkan membuka ruang tindak lanjut, mulai dari penguatan struktur atau retrofitting hingga kemungkinan intervensi program perbaikan rumah sesuai kebijakan pemerintah.

Program ini sekaligus mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), khususnya agenda peningkatan infrastruktur berketahanan bencana. BNPB mendukung penilaian rumah tinggal pada 32 lokus prioritas kebencanaan dalam RPJMN.

Menurut Ayu, keterlibatan perguruan tinggi dibutuhkan karena penilaian struktur memerlukan sumber daya yang memiliki kompetensi teknis. Mahasiswa Teknik Sipil Unisba Blitar dinilai memiliki dasar keilmuan yang relevan untuk mendukung pekerjaan tersebut.

"Karena kami memiliki keterbatasan sumber daya yang memahami struktur bangunan, kami melibatkan teman-teman dari Unisba. Mahasiswa Teknik Sipil sudah memiliki latar belakang yang memahami struktur bangunan," kata Ayu.

Ilmu Teknik Sipil Hadir untuk Masyarakat

Baca Juga : Aksi Demo 27 Agustus 2026, Jalan Sekitar DPR Mulai Ditutup dan Dialihkan

Ketua Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Informatika Unisba Blitar Hangga Prima Setiawan mengatakan, program tersebut menjadi bentuk konkret kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Menurut dia, banyak rumah di Kota Blitar dibangun secara swadaya dengan mengandalkan tukang dan tidak selalu melibatkan kontraktor profesional. Kondisi itu membuat kualitas struktur, mulai fondasi, dinding hingga rangka atap, perlu dipetakan.

"Intinya adalah untuk mengetahui bangunan rumah tinggal yang ada di Kota Blitar itu sudah cukup kuat atau belum apabila ada bencana gempa bumi," kata Hangga.

Mahasiswa nantinya tidak sekadar melakukan pendataan administratif. Mereka akan melihat langsung kondisi fisik bangunan, termasuk tembok, fondasi dan rangka atap sebagai bagian dari penilaian ketahanan struktur.

Unisba

Hangga menjelaskan, 37 mahasiswa yang diterjunkan berasal dari semester III sampai VII. Pemilihan mahasiswa pada jenjang tersebut dilakukan karena mereka telah mendapatkan mata kuliah yang berkaitan dengan kekuatan struktur dan gempa.

Keterlibatan mahasiswa juga membuat proses pendidikan tidak berhenti di ruang kuliah. Pengetahuan mengenai struktur bangunan dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah membangun wilayah yang lebih tangguh terhadap bencana.

Bagi Unisba Blitar, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama pengabdian kepada masyarakat. Kampus berharap kerja sama dengan BNPB dan BPBD dapat terus dikembangkan sehingga kompetensi akademik perguruan tinggi semakin terhubung dengan kebutuhan pembangunan daerah.

"Harapan saya tetap terus menjalin kerja sama supaya ada sinergi antara BNPB, BPBD dan universitas. Sehingga universitas juga bisa melaksanakan Tridharma, terutama pengabdian masyarakat," ujar Hangga.

Kolaborasi tersebut menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai peserta pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya membangun basis data untuk mitigasi bencana. Dari hasil penilaian sekitar 1.000 rumah itu, pemerintah diharapkan memperoleh gambaran lebih konkret mengenai kondisi hunian masyarakat sekaligus kebutuhan penguatan bangunan menghadapi risiko gempa bumi.


Topik

Pendidikan Unisba unisba Blitar bnpb ayu setyadewik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan