Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

6 Ciri-ciri Orang yang Pandai Berbohong Menurut Psikologi, Bisa Terlihat dari Sikapnya?

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

21 - Aug - 2026, 06:34

Placeholder
Ilustrasi berbohong. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Berbohong menjadi salah satu perilaku yang cukup sulit dikenali. Seseorang bisa saja mengatakan sesuatu yang tidak sesuai fakta, tetapi tetap terlihat tenang dan meyakinkan di hadapan orang lain.

Dalam kondisi tertentu, seseorang mungkin memilih berbohong untuk menghindari konflik, menutupi kesalahan, mendapatkan keuntungan, atau sekadar membuat dirinya terlihat lebih baik.

Baca Juga : Amalkan 6 Doa Ini agar Dimudahkan Mendapat Rezeki dari Arah Tak Terduga

Namun, ada orang yang disebut lebih mahir dalam menyembunyikan kebohongannya. Mereka bahkan mampu mengatur ekspresi, bahasa tubuh hingga cara berbicara agar lawan bicara tidak mudah curiga.

Profesor psikologi di Texas Woman's University, Christian L. Hart PhD, telah lama meneliti mengenai ketidakjujuran dan penipuan. Menurut dia, pembohong yang terampil dapat tampil percaya diri, dominan dan santai ketika berusaha memengaruhi orang lain.

"Mereka percaya diri, dominan, dan santai saat mereka mengeksploitasi orang lain," kata Hart, dikutip dari CNBC.

Lantas, apa saja ciri-ciri orang yang pandai berbohong menurut psikologi? Berikut penjelasan lengkapnya. 

1. Pandai memainkan peran

Salah satu kemampuan yang dimiliki pembohong ulung adalah memainkan peran tertentu di hadapan orang lain.

Hart menjelaskan, berbohong dapat menjadi cara seseorang membentuk kesan tertentu agar dirinya terlihat sesuai dengan apa yang diharapkan lingkungan.

Dengan kata lain, mereka tidak sekadar mengarang cerita, tetapi juga berusaha menampilkan versi dirinya yang dianggap dapat dipercaya.

"Pembohong yang baik naik panggung dan memainkan peran sebagai orang yang jujur," ujar Hart.

Kemampuan tersebut membuat seseorang yang pandai berbohong terkadang sulit dicurigai hanya dari penampilan luarnya.

2. Pandai berpura-pura menunjukkan emosi

Selain melalui kata-kata, emosi juga bisa digunakan untuk membuat sebuah kebohongan terdengar lebih meyakinkan.

Menurut Hart, pembohong yang terampil dapat berusaha menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan situasi. Mereka bisa berpura-pura bahagia, terkejut, sedih maupun marah ketika sedang menceritakan sesuatu.

Ekspresi seperti mengerutkan dahi, mengangkat alis atau tersenyum dapat digunakan untuk mendukung cerita yang sedang disampaikan.

"Hal itu merupakan cara untuk meyakinkan orang lain dengan menutupi emosi mereka yang sebenarnya," jelas Hart.

3. Justru berusaha melakukan kontak mata

Selama ini, ada anggapan bahwa orang yang sedang berbohong akan menghindari tatapan mata. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Psikolog berlisensi sekaligus direktur program psikologi konseling di Angelo State University, Drew A. Curtis, PhD, mengatakan pembohong dapat sengaja mempertahankan kontak mata dengan lawan bicaranya.

"Mereka mencoba mempertahankan atau meningkatkan jumlah kontak mata yang mereka buat dengan orang yang mereka bohongi," ungkap Curtis.

Cara tersebut diduga dilakukan karena pembohong mengetahui anggapan umum bahwa seseorang yang berbohong cenderung tidak berani menatap mata.

Karena itu, terlalu sering melakukan kontak mata juga tidak bisa menjadi bukti seseorang sedang berkata jujur.

4. Berusaha terlihat tenang dan percaya diri

Ciri lain yang mungkin terlihat pada pembohong yang sudah terampil adalah kemampuannya menjaga sikap tetap normal.

Curtis menjelaskan, seseorang yang berbohong bisa berusaha mengurangi gerakan tubuh yang menunjukkan kegelisahan. Misalnya, mengontrol gerakan tangan atau kaki agar tidak terlihat gugup.

"Mereka sengaja mengendalikan atau mengurangi kegelisahan pada tangan atau kaki dan berusaha mempertahankan gerakan tubuh normal," kata Curtis.

Dengan cara tersebut, mereka berusaha menciptakan kesan bahwa tidak ada sesuatu yang perlu dicurigai.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Jumat Kliwon 21 Agustus 2026: Tahan KritikĀ 

5. Berusaha mengendalikan ekspresi wajah

Ekspresi wajah juga menjadi bagian yang bisa dikontrol oleh seseorang ketika berusaha menyembunyikan kebohongan.

Orang yang merasa gugup mungkin menunjukkan wajah tegang atau gelisah. Namun, pembohong yang terbiasa melakukan hal tersebut dapat berusaha mengatur mimiknya agar terlihat lebih natural.

Curtis menyebut pembohong dapat memanipulasi ekspresi wajah untuk menampilkan ekspresi yang dianggap lebih dapat dipercaya.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan seseorang berbohong hanya karena melihat perubahan ekspresi wajah. Kondisi seperti gugup, malu atau cemas juga bisa menyebabkan perubahan mimik.

6. Mengatur nada dan cara berbicara

Cara seseorang menggunakan suara juga dapat menjadi bagian dari upaya untuk terlihat meyakinkan.

Orang yang baru pertama kali berbohong mungkin terdengar gugup, berbicara terbata-bata atau kesulitan menyusun cerita. Namun, pembohong yang lebih terampil dapat berusaha mengontrol hal tersebut.

Menurut Curtis, mereka dapat mengatur tinggi rendah suara dan menggunakan intonasi tertentu agar terdengar percaya diri.

"Misalnya, dengan mencoba memiliki nada suara yang terdengar percaya diri, menggunakan nada serius, dan mencoba untuk tidak menaikkan nada suara mereka," jelas Curtis.

Dengan begitu, kebohongan yang disampaikan dapat terdengar seperti informasi biasa.

Cara Mengenali Orang yang Sedang Berbohong

Meski ada sejumlah perilaku yang bisa diamati, mengenali kebohongan sebenarnya tidak semudah melihat gerakan mata atau ekspresi wajah seseorang.

Tidak ada satu tanda yang bisa dijadikan bukti pasti bahwa seseorang sedang berbohong. Karena itu, Curtis menyarankan untuk membiarkan orang tersebut berbicara dan memberikan lebih banyak informasi.

Semakin banyak detail yang diberikan, semakin banyak pula informasi yang bisa diperiksa dan dibandingkan dengan fakta atau bukti yang tersedia.

Cara lainnya adalah meminta orang tersebut mengulangi pernyataannya.

Pembohong yang pandai mungkin mampu membuat cerita secara spontan dan terdengar meyakinkan. Namun, ketika diminta mengulanginya, cerita tersebut bisa saja mengalami perubahan atau menjadi tidak konsisten.

Meski demikian, perbedaan cerita tidak otomatis berarti seseorang berbohong. Seseorang juga bisa lupa terhadap detail atau salah mengingat kejadian.

Pada akhirnya, ciri-ciri tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk langsung menuduh seseorang sebagai pembohong.

Kontak mata, gerakan tubuh, ekspresi wajah maupun nada bicara dapat dipengaruhi banyak faktor. Orang yang menghindari kontak mata, misalnya, belum tentu sedang berbohong.

Cara yang lebih tepat adalah melihat keseluruhan cerita, memeriksa konsistensi informasi, serta membandingkannya dengan fakta atau bukti yang dapat diverifikasi.

Dengan demikian, kita tidak mudah menarik kesimpulan hanya berdasarkan satu gerakan atau ekspresi seseorang.


Topik

Serba Serbi Berbohong kajian psikologi karakter pandai berbohong



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy