Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pemkot Blitar Bangun Kota Masa Depan dari Generasi Muda, Wali Kota Mas Ibin Perkuat Peran Duta GenRe

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

25 - Jul - 2026, 13:59

Placeholder
Salam GenRe: Saatnya yang Muda, yang Berencana! Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin berfoto bersama jajaran Pemerintah Kota Blitar, Bunda GenRe, dan para finalis Duta GenRe Kota Blitar 2026 usai membuka Puncak Anugerah Duta GenRe di Balai Kota Koesoemo Wicitro, Sabtu (25/7/2026). Ajang tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Blitar menyiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mampu merencanakan masa depan sebagai fondasi terwujudnya Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera menuju kota masa depan.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar menegaskan pembangunan kota masa depan tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Fondasi terpenting justru berada pada kualitas generasi mudanya. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin, saat membuka Puncak Anugerah Duta GenRe (Generasi Berencana) Kota Blitar Tahun 2026 di Balai Kota Koesoemo Wicitro, Sabtu (25/7/2026).

Ajang yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)  Kota Blitar itu menjadi puncak seleksi Duta GenRe setelah melalui rangkaian pembinaan dan penilaian. Sebanyak 10 pasang finalis tampil memperebutkan gelar Duta GenRe Kota Blitar 2026.

Baca Juga : Peminggiran Sejarah NU dalam Sejarah Nasional, Lesbumi PWNU Jatim Ajukan Kajian Historiografi Kritis

Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan remaja saat ini merupakan penentu wajah Kota Blitar pada masa mendatang. Karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kesehatan, dan kemampuan generasi muda dalam merencanakan masa depan.

"Remaja hari ini adalah penentu wajah Kota Blitar di masa depan. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sehat, berkarakter, dan mampu merencanakan masa depannya dengan baik, mulai dari pendidikan, karier hingga kehidupan berkeluarga," ujar Mas Ibin.

Menurut dia, Program Generasi Berencana menjadi salah satu instrumen strategis untuk membekali remaja menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekaligus melindungi mereka dari tiga risiko utama atau Triad KBR, yakni pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba.

"Duta GenRe bukan sekadar peserta lomba. Mereka adalah agen perubahan, pelopor, sekaligus teladan yang mampu menginspirasi teman-teman sebayanya," katanya.

Generasi Muda Jadi Fondasi Kota Masa Depan

Ibin

Dalam wawancara usai kegiatan, Mas Ibin menegaskan pembentukan keluarga yang berkualitas harus dipersiapkan jauh sebelum seseorang memasuki usia pernikahan. Persiapan itu dimulai melalui pendidikan, pengalaman, hingga penguatan kemampuan diri sejak masih duduk di bangku sekolah maupun perguruan tinggi.

"Keluarga yang berkualitas tidak akan terbentuk kalau pendidikan, pengalaman, dan persiapannya kurang baik. Karena itu sejak masih pelajar maupun mahasiswa harus benar-benar ditata dan direncanakan. Mereka perlu dipersiapkan dari sisi pendidikan, pengalaman, soft skill maupun hard skill agar nanti siap ketika memasuki fase berkeluarga," ujarnya.

Ia mengatakan para Duta GenRe memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding sekadar menyandang selempang. Mereka harus mampu menularkan semangat perencanaan hidup kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja.

"Setelah mereka dilatih dan dididik, mereka harus menularkan ilmunya kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar bersama-sama menyiapkan diri menyongsong fase kedewasaan dan kehidupan berkeluarga. Saya berharap kegiatan seperti ini ke depan menjadi kewajiban bagi pelajar dan anak muda untuk mengikutinya," kata Mas Ibin.

Wali kota juga menegaskan seluruh pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Blitar memiliki kesempatan yang sama mengikuti Duta GenRe tanpa membedakan asal daerah.

Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari semangat keterbukaan Pemerintah Kota Blitar dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Lebih jauh, Mas Ibin menjelaskan arah pembangunan Kota Blitar memang menempatkan generasi muda sebagai titik tekan utama. Mulai dari penyelenggaraan Duta GenRe, Bazar Blitar Djadoel, hingga pengembangan pusat-pusat bisnis baru, seluruhnya dirancang agar memberi ruang partisipasi bagi anak muda.

"Saya sendiri masih bagian dari pemuda. Karena itu grand desain kebijakan Kota Blitar memang kita buat sangat berpihak kepada generasi muda. Partisipasi mereka harus aktif, kolaborasi dengan sponsor juga kita dorong. Kita juga membangun tenant dan pusat-pusat bisnis yang banyak diisi anak muda. Mayoritas pelaku UMKM sekarang juga pemuda. Jadi visi Kota Blitar sebagai kota yang maju, sehat, dan sejahtera menuju kota masa depan, bahan bakunya adalah generasi muda," tegasnya.

Mas Ibin juga menghubungkan semangat Duta GenRe dengan pembangunan Sekolah Rakyat yang sedang dipersiapkan Pemerintah Kota Blitar. Menurutnya, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar sekaligus memiliki perencanaan hidup yang matang.

"Perencanaan hidup yang baik hari ini adalah investasi terbesar untuk kemajuan Kota Blitar di masa depan," ujarnya.

Duta GenRe Siap Jadi Konselor Sebaya

Genre

Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Mujianto, mengatakan pemilihan Duta GenRe tahun ini diikuti 35 peserta yang berasal dari pelajar SMA/SMK maupun mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Blitar. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, tersisa 10 pasang finalis yang tampil pada grand final.

"Kami membuka pendaftaran secara terbuka. Tidak melihat asal daerah peserta, yang penting mereka bersekolah atau kuliah di Kota Blitar. Dari 35 peserta kemudian diseleksi melalui pembuatan materi, wawancara, berbagai tes kemampuan hingga akhirnya terpilih 10 pasang finalis," jelas Mujianto.

Sebelum tampil di malam puncak, para finalis juga menjalani masa karantina mandiri dengan pembinaan intensif agar siap mengikuti seluruh tahapan penilaian.

Baca Juga : Imam Al-Ghazali Ungkap Dua Kunci Menghadapi Tipu Daya Setan, Jangan Hanya Andalkan Kekuatan Diri

Pada grand final, penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Bunda GenRe Kota Blitar Kharisa Rizqi Umami Muhibbin, Ketua IPKP, serta seorang psikolog.

"Kami memastikan seluruh proses penilaian berjalan objektif. Hasilnya benar-benar bergantung pada kemampuan para finalis," katanya.

Mujianto menjelaskan tugas utama Duta GenRe tidak berhenti setelah penobatan. Mereka akan menjadi konselor sebaya melalui Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja di sekolah-sekolah serta berbagai komunitas.

Fokus utama edukasi tersebut adalah mengampanyekan pencegahan pernikahan dini, menghindari seks bebas, mencegah penyalahgunaan narkoba, serta meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja.

"Nanti mereka akan turun ke sekolah-sekolah melalui PIK Remaja untuk memberikan konseling kepada teman sebayanya. Bahkan ketika Sekolah Rakyat jenjang SMA mulai berjalan di Kota Blitar, kami juga akan bersinergi agar edukasi Generasi Berencana menjangkau seluruh peserta didik," ujarnya.

Mujianto menambahkan, para pemenang Duta GenRe Kota Blitar juga berpeluang mewakili daerah pada ajang Duta GenRe tingkat Provinsi Jawa Timur.

Duta genre

Sementara itu, Bunda GenRe Kota Blitar, Kharisa Rizqi Umami Muhibbin, menegaskan Duta GenRe harus menjadi sahabat sekaligus teladan bagi remaja. Menurutnya, keberhasilan seorang Duta GenRe bukan diukur dari selempang yang dikenakan, melainkan dari seberapa besar dampak edukasi yang mampu diberikan kepada teman-teman sebayanya.

"Menjadi Duta GenRe berarti siap menjadi pendengar, penggerak, dan inspirasi bagi remaja lainnya. Saya berharap para finalis terus belajar, menjaga integritas, serta aktif mengedukasi teman sebaya agar berani merencanakan masa depan, menjauhi Triad KBR, dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Kharisa.

Melalui Program Generasi Berencana, Pemerintah Kota Blitar optimistis menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan matang merencanakan masa depan sebagai fondasi mewujudkan visi Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera menuju kota masa depan.


Topik

Pemerintahan kota blitar syauqul muhibbin mas ibin



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan