Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Harlah Bung Karno ke-125, Wali Kota Blitar: Bung Karno Berkah bagi Bangsa Indonesia

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

07 - Jun - 2026, 09:07

Placeholder
Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) menyerahkan potongan tumpeng kepada Wakil Ketua DPRD Kota Blitar M. Hardita Magdi pada Tasyakuran Brokohan Harlah Bung Karno ke-125 di Istana Gebang, Sabtu (6/6/2026) malam. Tradisi brokohan tersebut menjadi simbol rasa syukur atas kelahiran Bung Karno sekaligus penghormatan terhadap warisan perjuangan Sang Proklamator.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Bung Karno ke-125 di Kota Blitar berlangsung semarak dan penuh makna. Rangkaian kegiatan diawali dengan Tasyakuran Brokohan Harlah Bung Karno di Istana Gebang, kemudian berlanjut dengan Pagelaran Wayang Kulit di kawasan City Walk Makam Bung Karno, Sabtu (6/6/2026) malam.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno tersebut dihadiri Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin, jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD Kota Blitar, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, serta masyarakat Kota Blitar.

Baca Juga : Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Resmikan TUK Astra Honda di SMK Islam 1 Blitar

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Blitar yang akrab disapa Mas Ibin menegaskan bahwa Bung Karno bukan hanya tokoh sejarah dan Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, warisan pemikiran Bung Karno hingga saat ini masih menjadi berkah bagi bangsa Indonesia.

“Warisan beliau sangat banyak. Masyarakat berbondong-bondong menziarahi Bung Karno dan masyarakat di sekitarnya mendapatkan keberkahan dari aktivitas tersebut. Bahkan bangsa Indonesia juga mendapatkan keberkahan dari Bung Karno karena gagasan-gagasan beliau, terutama Pancasila, sampai hari ini masih sangat relevan dan menjadi dasar ideologi bangsa,” ujar Mas Ibin.

Ibin

Brokohan sebagai Ungkapan Syukur

Tasyakuran Harlah Bung Karno tahun ini dikemas dengan tradisi brokohan yang lekat dengan budaya Jawa. Tradisi tersebut lazim digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak sekaligus doa agar kelak membawa manfaat dan keberkahan.

Mas Ibin menjelaskan, kata brokohan berasal dari kata barokah yang berarti berkah. Karena itu, konsep brokohan dinilai tepat untuk memperingati hari lahir Bung Karno yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.

“Tepat 125 tahun lalu, pada tanggal 6 Juni 1901, lahir Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Kami menilai positif kegiatan yang dikemas dengan brokohan untuk Sang Proklamator. Kita memperingati kelahiran Bung Karno dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan,” katanya.

Menurut Mas Ibin, Pemerintah Kota Blitar secara konsisten memperingati tiga momentum penting terkait Bung Karno setiap bulan Juni. Momentum tersebut meliputi Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, dan Haul Bung Karno pada 21 Juni.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai sarana memperkuat semangat nasionalisme, wawasan kebangsaan, serta kecintaan terhadap tanah air.

“Peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah ikhtiar bersama untuk merawat nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Bung Karno kepada bangsa Indonesia,” ujarnya.

Brokohan

Pancasila Perekat Nusantara

Dalam wawancara usai kegiatan, Mas Ibin menilai salah satu warisan terbesar Bung Karno bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila. Menurutnya, hingga saat ini Pancasila tetap menjadi fondasi yang mampu menyatukan keberagaman Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, serta beragam budaya dan bahasa. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang tidak mudah dipersatukan.

“Kita ini terdiri dari banyak pulau, banyak suku bangsa, dan beragam budaya. Sangat sulit menyatukan semuanya. Tetapi Bung Karno mampu menghadirkan Pancasila sebagai dasar negara yang menyatukan seluruh elemen bangsa,” katanya.

Mas Ibin bahkan menyebut terdapat dua peristiwa besar dalam sejarah Nusantara yang berhasil menyatukan wilayah yang sangat luas.

“Saya kira dalam sejarah Nusantara ada dua momentum besar yang menyatukan bangsa ini. Pertama adalah Sumpah Palapa yang dicetuskan Gajah Mada. Kedua adalah Bung Karno dengan Pancasila. Dua hal inilah yang mampu menyatukan Nusantara dari masa ke masa,” ujarnya.

Menurut dia, relevansi Pancasila hingga saat ini menjadi bukti bahwa pemikiran Bung Karno tidak pernah kehilangan makna. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya masih menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Brokohan

Meneruskan Api Perjuangan Bung Karno

Mas Ibin menegaskan bahwa peringatan Harlah Bung Karno tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah masa lalu. Masyarakat, khususnya warga Kota Blitar, memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan semangat perjuangan Bung Karno melalui kerja nyata.

“Berbicara tentang Bung Karno tidak boleh berhenti pada nostalgia sejarah. Kita yang hidup hari ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan api perjuangan beliau melalui gotong royong, kerja keras, dan pembangunan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Blitar saat ini terus bergerak melalui berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Penguatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga pembangunan ruang publik yang humanis menjadi bagian dari upaya tersebut.

“Seluruh ikhtiar ini merupakan komitmen kami untuk melanjutkan semangat perjuangan Bung Karno demi mewujudkan Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera menuju Kota Masa Depan,” katanya.

Meski demikian, Mas Ibin mengakui tantangan pembangunan ke depan tidaklah ringan. Dinamika ekonomi global, perkembangan teknologi yang begitu cepat, serta kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks menuntut pemerintah dan masyarakat untuk terus beradaptasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Baca Juga : Ranking FIFA Indonesia Meroket Usai Hajar Oman 3-0, Dekati 100 Besar Dunia

Dalam sambutannya, Mas Ibin menyampaikan terdapat tiga spirit utama Bung Karno yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

Spirit pertama adalah gotong royong. Menurutnya, pembangunan hanya dapat berhasil apabila seluruh unsur masyarakat mampu bergerak dalam tujuan yang sama.

“Pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat harus berkolaborasi. Pembangunan Kota Blitar tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah,” ujarnya.

Spirit kedua adalah berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri. Semangat ini diwujudkan melalui dukungan terhadap UMKM, penguatan ekonomi lokal, dan optimalisasi seluruh potensi daerah.

“Kita harus terus memperkuat ekonomi kerakyatan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Adapun spirit ketiga adalah JASMERAH atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Menurut Mas Ibin, pembangunan yang berkelanjutan harus tetap berpijak pada sejarah, budaya, dan identitas daerah.

“Kemajuan yang kita bangun tidak boleh memutus akar sejarah dan budaya yang menjadi jati diri wong Blitar,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh warga menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum untuk merefleksikan kontribusi masing-masing terhadap pembangunan daerah.

“Mari kita buang ego sektoral, satukan tekad, dan kawal pembangunan Kota Blitar dengan hati yang bersih serta semangat yang menyala-nyala,” ujarnya.

Ibin

Wayang Kulit Merawat Karakter Bangsa

Rangkaian peringatan Harlah Bung Karno kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit di City Walk Makam Bung Karno. Pertunjukan yang menghadirkan Ki Dalang Rudi Gareng dengan lakon Sang Parikesit serta dimeriahkan bintang tamu Cak Lowo tersebut menjadi ruang refleksi untuk merawat nilai-nilai budaya dan semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno.

Mas Ibin mengatakan pemilihan wayang kulit bukan tanpa alasan. Bung Karno dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai seni dan budaya, khususnya wayang kulit.

“Bagi Bung Karno, wayang bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan hidup yang sarat nilai filosofis, nasionalisme, dan strategi perjuangan,” katanya.

Ia menilai pagelaran wayang kulit menjadi salah satu bentuk implementasi ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya prinsip berkepribadian dalam kebudayaan.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, gedung, atau taman kota. Pembangunan juga harus memperhatikan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.

“Pembangunan sejati harus seimbang antara pembangunan raga dan pembangunan jiwa. Melalui wayang kulit, kita merawat seni budaya, memperkuat kerukunan, dan membangun karakter masyarakat,” ujarnya.

Mas Ibin menambahkan, terdapat dua nilai penting yang dapat dipetik dari dunia pewayangan, yakni gotong royong dan karakter ksatria. Kedua nilai tersebut dinilai relevan dalam mendukung pembangunan Kota Blitar.

“Semangat kebersamaan dan karakter yang jujur, bekerja keras, serta mendahulukan kepentingan bersama harus menjadi fondasi pembangunan Kota Blitar menuju Kota Masa Depan,” katanya.

Menutup rangkaian kegiatan, Mas Ibin berharap semangat Bung Karno terus hidup dalam kehidupan masyarakat. Ia meyakini nilai-nilai yang diwariskan Sang Proklamator akan terus menjadi inspirasi bagi pembangunan daerah maupun kemajuan bangsa Indonesia.

“Selamat memperingati Hari Lahir Bung Karno ke-125. Semoga semangat perjuangan beliau terus menginspirasi kita untuk bekerja lebih baik, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membangun Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa harlah bung karno makam bung karno kota blitar syauqul muhibbin



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa