Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Mahasiswa Hukum UWG Belajar Krisis Iklim di Sumber Jenon

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Jun - 2026, 17:42

Placeholder
Kegiatan perkuliahan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama (UWG) Malang di Sumber Jenon. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Cara berbeda dilakukan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama (UWG) Malang dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. 

Jika biasanya perkuliahan berlangsung di dalam kelas, kali ini 17 mahasiswa peserta mata kuliah Hukum Lingkungan justru diajak turun langsung ke kawasan mata air alami Sumber Jenon, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga : Gerakan Situbondo Pantura Asri, Upaya Menjaga Wajah Jalur Nasional di Asembagus

Kegiatan bertajuk "Memahami Hukum Lingkungan dan Krisis Bencana Iklim Lewat Air" itu menjadi bagian dari outing class yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 16.30 WIB. 

Selain sebagai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kegiatan tersebut juga dirancang untuk mempertemukan teori hukum lingkungan dengan realitas yang dihadapi masyarakat.

Dosen pengampu Hukum Lingkungan Fakultas Hukum UWG Malang, Purnawan D. Negara, mengatakan pendekatan lapangan dipilih agar mahasiswa tidak hanya memahami aturan hukum melalui buku dan ruang kuliah.

"Selama ini mahasiswa mempelajari hukum lingkungan melalui teori dan regulasi. Melalui kegiatan di Sumber Jenon, kami ingin mereka melihat langsung bagaimana hukum hidup berdampingan dengan persoalan lingkungan dan sumber daya air di masyarakat," ujar Purnawan.

Menurutnya, pemahaman terhadap isu lingkungan tidak cukup berhenti pada pasal-pasal dalam peraturan perundang-undangan. Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana kondisi lingkungan yang sehat memberi dampak bagi kehidupan masyarakat.

"Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak cukup dipahami sebagai pasal dalam peraturan perundang-undangan. Mahasiswa perlu merasakan dan mengamati langsung bagaimana lingkungan yang terjaga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat," katanya.

Kegiatan perkuliahan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama (UWG) Malang di Sumber Jenon. (Foto: istimewa)

Kegiatan perkuliahan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama (UWG) Malang di Sumber Jenon. (Foto: istimewa) 

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak menyelami langsung kawasan mata air Sumber Jenon. Mereka tidak hanya melakukan observasi dari tepi sumber, tetapi juga masuk ke dalam air untuk mengamati kondisi ekosistem yang ada.

Metode ini disebut sebagai pendekatan Sensory Jurisprudence atau merasakan hukum melalui pengalaman langsung. Mahasiswa diminta berenang dan mengamati kondisi dasar mata air, mulai dari batuan hingga biota yang hidup di dalamnya.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diajak memahami makna nyata dari konsep "Hak atas Lingkungan Hidup yang Baik dan Sehat" yang selama ini dipelajari dalam perkuliahan.

Mereka juga diajak membayangkan dampak yang mungkin muncul apabila sumber air alami seperti Sumber Jenon mengalami pencemaran akibat limbah atau aktivitas yang tidak ramah lingkungan.

Tidak hanya mengamati kondisi lingkungan, mahasiswa juga melakukan pemetaan sosial dan hukum di sekitar kawasan wisata Sumber Jenon.

Baca Juga : Fenomena Bediding di Kota Batu Catatkan Suhu Dingin Tembus 16 Derajat Celcius, BMKG Beberkan Dua Pemicunya

Mereka berdialog dengan pengelola wisata, pedagang, hingga masyarakat setempat untuk mengetahui bagaimana sumber daya air dimanfaatkan dan dikelola.

Melalui pendekatan socio-legal mapping, mahasiswa mencoba mengidentifikasi apakah aktivitas ekonomi yang berkembang di sekitar kawasan wisata berpotensi memengaruhi hak masyarakat terhadap akses air bersih.

Selain itu, mahasiswa juga melakukan audit sederhana terhadap implementasi regulasi lingkungan. Berbekal Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Undang-Undang Sumber Daya Air, mereka meninjau berbagai aspek, mulai dari perlindungan kawasan mata air, pengelolaan sampah wisata, hingga ketersediaan informasi mengenai konservasi lingkungan.

Bagian lain yang menjadi fokus kegiatan adalah penggalian nilai-nilai hukum adat atau living law yang masih berkembang di masyarakat sekitar. Mahasiswa berdiskusi dengan warga dan tokoh masyarakat untuk memahami sejarah, tradisi, serta aturan tidak tertulis yang selama ini berperan menjaga keberlangsungan sumber mata air.

Hasil pengamatan tersebut nantinya akan dituangkan dalam laporan etnografi hukum yang bertujuan mengkaji sejauh mana hukum yang hidup di masyarakat mampu menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diajak melihat bahwa perlindungan lingkungan tidak hanya bergantung pada aturan formal, tetapi juga pada kesadaran dan budaya masyarakat setempat.

Kegiatan outing class juga diisi sesi berbagi bersama Bambang Tritjahyono dari Lembaga Banyubening dan Gimbal Alas Indonesia. Dalam kesempatan itu, Bambang mengajak mahasiswa memahami pentingnya konservasi air hujan sebagai salah satu langkah menghadapi perubahan iklim.

"Krisis iklim bukan lagi ancaman di masa depan, tetapi sudah dirasakan saat ini. Karena itu masyarakat perlu mulai membangun kesadaran untuk menabung dan mengonservasi air hujan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air," ujar Bambang.

Menurutnya, upaya menjaga sumber daya air harus dilakukan sejak sekarang karena dampak perubahan iklim semakin terasa di berbagai daerah.

"Menjaga sumber air tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau komunitas tertentu. Mahasiswa dan masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan sumber daya air tetap lestari bagi generasi berikutnya," tutup Bambang.


Topik

Pendidikan hari lingkungan hidup sedunia fakultas hukum uwg sumber jenon



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri