Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Musim Kemarau Mulai Datang, BPBD Kota Malang Ingatkan Ancaman Longsor dan Kebakaran

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Dede Nana

18 - May - 2026, 19:23

Placeholder
Kalaksa BPBD Kota Malang, Prayitno (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Memasuki musim kemarau pada Mei 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bencana yang masih dapat terjadi. Meski curah hujan mulai menurun, ancaman bencana hidrometeorologi hingga kebakaran disebut tetap mengintai sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno mengatakan, kondisi cuaca saat ini masih cenderung fluktuatif. Pada pagi hari cuaca bisa terlihat mendung, sementara hujan masih berpotensi turun pada sore hingga malam hari.

Baca Juga : DPRD Kota Malang Khawatir Pencemaran Sungai Ganggu Kualitas Air SPAM Bango

“Secara umum kita kan sudah memasuki musim kemarau. Sehingga kita fokus di hal-hal yang kaitannya dengan cuaca panas yang lebih panjang dari sebelumnya,” ujar Prayitno saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, BPBD Kota Malang terus melakukan pemantauan kondisi cuaca bersama jajaran kewilayahan. Informasi prakiraan cuaca juga diperbarui secara berkala untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

“Kami setiap hari merilis prediksi cuaca dan yang setiap dua jam kita perbaharui untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat,” tambahnya.

Prayitno menjelaskan, meskipun musim kemarau mulai berlangsung, potensi bencana seperti tanah longsor dan banjir belum sepenuhnya hilang. Kondisi tanah yang masih labil akibat tingginya intensitas hujan beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.

“Prediksi secara umum adalah kemarau, namun secara parsial beberapa daerah masih ada kejadian hujan yang tidak ekstrem. Tapi longsor dan sebagainya, karena pelunakan tanah sepanjang sungai tetap ada,” jelasnya.

Selain ancaman longsor, BPBD Kota Malang juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang rawan terjadi saat cuaca panas berkepanjangan. Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) pun telah dilakukan sebagai langkah mitigasi dini.

“Potensi-potensi yang memicu terjadinya kebakaran itu tetap harus kita waspadai,” tutur Prayitno.

Baca Juga : Komisi E DPRD Jatim Puji Kesiapsiagaan Nakes RSUD dr Soetomo saat Gedung PPJT Terbakar

Ia menyebutkan, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan terkait antisipasi kebakaran lahan tebu. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga mulai memperbarui peralatan pompa air di sejumlah wilayah rawan kebakaran, khususnya kawasan Sukun.

“Kami sudah koordinasi dengan teman-teman Dinas Pertanian dan Pangan terkait potensi kebakaran kebun tebu. Teman-teman DLH juga sudah memperbaharui peralatan pompa yang ditempatkan di wilayah Sukun,” ujarnya.

Di sisi lain, Prayitno menilai ancaman kekeringan di Kota Malang masih relatif terkendali dibanding sejumlah daerah lain. Hal itu didukung oleh layanan distribusi air bersih dari Perumda Air Minum Tugu Tirta yang dinilai masih mampu menjaga kebutuhan masyarakat.

“Debit air memang sudah turun sekitar 60 persen, tapi ini sudah termanajemen oleh teman-teman PDAM,” bebernya.

 


Topik

Peristiwa kemarau bpbd kota malang longsor kebakaran



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana