Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

MSCI Coret 6 Saham RI dari Indeks Global, AMMN hingga BREN Keluar

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

13 - May - 2026, 07:57

Placeholder
Ilustrasi saham. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan hasil rebalancing atau penyesuaian komposisi indeks saham global terbaru per 30 April 2026. Dalam pembaruan tersebut, sebanyak enam emiten asal Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.

Keputusan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena tidak ada satu pun saham Indonesia yang masuk sebagai konstituen baru pada MSCI Global Standard Index periode terbaru. Langkah MSCI tersebut dinilai dapat memengaruhi aliran dana asing (foreign inflow) di pasar saham Indonesia.

Baca Juga : Kurikulum OBE UIN Maliki Malang Tetap Berpijak pada Nilai Keislaman dan Peradaban

Perubahan komposisi indeks MSCI tersebut dijadwalkan efektif setelah penutupan perdagangan (closing) pada 29 Mei 2026. Rebalancing MSCI biasanya menjadi perhatian investor global karena indeks ini kerap dijadikan acuan oleh berbagai manajer investasi dan dana pasif (passive fund) dunia dalam menentukan portofolio investasi mereka.

Enam Saham Indonesia Keluar dari MSCI Global Standard Index

Enam saham Indonesia yang resmi keluar dari MSCI Global Standard Index meliputi:

• PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

• PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

• PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

• PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

• PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

• PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Keluarnya saham dari indeks MSCI berpotensi memicu tekanan jual dari investor asing, terutama dari reksa dana dan manajer investasi global yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasi. Saham yang dicoret biasanya berisiko mengalami penurunan likuiditas akibat berkurangnya aliran dana pasif.

Sejumlah analis juga menilai pencoretan beberapa saham Indonesia kali ini berkaitan dengan faktor likuiditas perdagangan, free float, hingga aspek aksesibilitas investor asing terhadap pasar modal Indonesia.

Meski keluar dari indeks utama, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tidak sepenuhnya terdepak dari ekosistem MSCI. Emiten pengelola jaringan ritel Alfamart itu turun kelas dan kini masuk ke MSCI Global Small Cap Index.

Di sisi lain, MSCI juga melakukan perubahan pada MSCI Global Small Cap Index. Sebanyak 13 saham Indonesia dihapus dari indeks tersebut, sementara hanya AMRT yang masuk sebagai anggota baru.

Berikut daftar saham Indonesia yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index:

• Aneka Tambang (ANTM)

• Astra Agro Lestari (AALI)

• Bank Aladin Syariah (BANK)

• Bumi Serpong Damai (BSDE)

• Dharma Satya Nusantara (DSNG)

• Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO)

• Midi Utama Indonesia (MIDI)

• Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)

• MNC Digital Entertainment (MSIN)

• Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM)

• Pacific Strategic Financial (APIC)

• Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)

• Triputra Agro Persada (TAPG). 

Sebelumnya, pada evaluasi indeks Februari 2026, MSCI juga telah menetapkan sejumlah kebijakan terhadap pasar saham Indonesia. Salah satunya adalah pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Selain itu, MSCI juga menghentikan sementara penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), termasuk pembekuan perpindahan saham dari kategori Small Cap ke Standard Index.

Baca Juga : Apa Itu MSCI? Pengumumannya Dini Hari Nanti Bisa Guncang Pasar Saham Indonesia

Dalam keterangannya, MSCI menyebut langkah tersebut dilakukan guna mengurangi perputaran indeks (index turnover) serta meminimalkan risiko terkait kelayakan investasi atau investability. MSCI juga memberi waktu kepada otoritas pasar Indonesia untuk meningkatkan transparansi pasar modal dan akses investor asing.

MSCI bahkan memperingatkan bahwa apabila hingga Mei 2026 belum ada perbaikan signifikan, pihaknya akan kembali mengevaluasi status akses pasar Indonesia. Evaluasi itu mencakup kemungkinan penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets Index hingga potensi reklasifikasi Indonesia dari pasar berkembang (Emerging Market) menjadi pasar frontier (Frontier Market).

Keputusan MSCI kali ini menjadi sorotan serius bagi pasar modal Indonesia karena dapat memengaruhi persepsi investor global terhadap iklim investasi domestik. Pelaku pasar kini menantikan langkah regulator dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan transparansi, likuiditas, serta aksesibilitas pasar agar daya tarik investasi Indonesia tetap terjaga di mata investor asing.


Topik

Ekonomi saham indonesia msci



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri