Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Kemenkes Pastikan Belum Ada Penularan Antarmanusia

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - May - 2026, 19:16

Placeholder
Ilustrasi virus. (Foto dari Pixabay)

JATIMTIMES - Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian setelah Dinas Kesehatan DKI Jakarta menemukan empat kasus sepanjang tahun 2026. Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan masyarakat tidak perlu panik karena hingga saat ini belum ditemukan bukti penularan hantavirus antarmanusia di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan dari empat kasus yang ditemukan, tiga pasien telah sembuh dengan gejala ringan. Sementara satu orang lainnya masih berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Baca Juga : Misteri Penusukan Satpam Perumahan di Kota Malang Mulai Terkuak, Dua Pelaku Diduga Terlibat

“Sepanjang 2026 sampai sekarang ada empat kasus yang ditemukan. Tiga pasien sudah sembuh dengan gejala ringan dan satu lainnya masih suspek,” ujar Ani saat rapat di DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ani menjelaskan hantavirus bukan penyakit baru. Virus ini sudah lama dipantau oleh otoritas kesehatan dan berbeda dengan COVID-19 yang sebelumnya termasuk kategori penyakit baru atau new emerging disease.

Menurutnya, penularan hantavirus umumnya berasal dari tikus ke manusia. Penularan dapat terjadi melalui air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan. Debu yang terkontaminasi lalu terhirup manusia juga bisa menjadi media penyebaran virus.

“Hantavirus ditularkan melalui tikus, baik dari air liur, urine, maupun kotorannya yang terkontaminasi ke manusia,” jelasnya.

Ia juga menegaskan hanya varian Andes yang diketahui dapat menular antarmanusia. Varian tersebut ditemukan di Amerika Selatan dan hingga kini belum pernah ditemukan di Indonesia.

“Varian yang bisa menular antarmanusia hanya Andes virus dan itu belum ada di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, pasien suspek hantavirus saat ini dirawat di ruang isolasi sebagai langkah kewaspadaan hingga hasil laboratorium keluar. Namun seluruh kasus yang ditemukan di Jakarta disebut hanya menunjukkan gejala ringan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran virus. Warga diminta rutin mencuci tangan, menggunakan masker di area yang berisiko terpapar tikus, serta menjaga daya tahan tubuh.

“Tidak perlu panik, tetapi masyarakat tetap harus waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Ani.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan memastikan belum ada laporan penularan hantavirus dari manusia ke manusia di Indonesia sejak virus tersebut pertama kali ditemukan pada 1991.

Baca Juga : 5 Kota Terbaik Buat Kulineran 2026, Surga Makan Favorit Traveler Dunia untuk Libur Panjang

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan kasus hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius berbeda dengan kasus di Indonesia.

Menurutnya, kasus di kapal pesiar tersebut termasuk tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang banyak ditemukan di Amerika Selatan. Sementara kasus di Indonesia merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus.

“HPS belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. Di Indonesia yang ditemukan adalah HFRS sejak 1991,” kata Andi, dikutip dari ANTARA.

Ia menambahkan HPS dengan strain Andes virus memang dalam beberapa penelitian dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dalam waktu lama. Namun hingga kini belum ada bukti penularan antarmanusia untuk tipe HFRS yang ditemukan di Asia, termasuk Indonesia.

Kemenkes juga mengingatkan sejumlah kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar hantavirus. Mereka antara lain petugas kebersihan, petani, pekerja bangunan lama, warga di daerah banjir, hingga orang yang sering melakukan aktivitas luar ruang seperti berkemah.

Penelitian sebelumnya juga menemukan hantavirus pada tikus dan celurut di 29 provinsi melalui studi Rikhus Vektora. Terkait kejadian di kapal pesiar MV Hondius berbendera Belanda, otoritas kesehatan Inggris melaporkan adanya klaster Severe Acute Respiratory Illness (SARI) pada 2 Mei 2026.

Secara global, kasus hantavirus dilaporkan tersebar di wilayah Asia, Eropa, dan Amerika. Sementara di Indonesia, sejak 2024 hingga 2026 tercatat ada 23 kasus HFRS tanpa temuan kasus HPS.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, terutama area yang berpotensi menjadi sarang tikus. Warga juga disarankan menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan gudang, loteng, atau tempat yang lama tidak digunakan untuk mengurangi risiko paparan virus.


Topik

Peristiwa Hantavirus virus kemenkes



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa