JATIMTIMES - Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Soni Harry Budiutomo Harmadi mengajak seluruh stakeholder dari lintas instansi maupun masyarakat umum turut menyukseskan gelaran Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di wilayah Malang Raya.
Hal itu disampaikan Soni saat memberikan pengarahan dalam kegiatan rapat koordinasi dan sosialisasi Sensus Ekonomi tahun 2026 di Pendapa Agung Kabupaten Malang. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Puji Ismartini, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati, Forkopimda Malang Raya, serta para pelaku usaha di Malang Raya.
Baca Juga : Sudahi Polemik, Eksekutif-Legislatif Siapkan Aturan Baru Jam Buka Toko Modern di Banyuwangi
Soni menyampaikan, bahwa gelaran Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda rutin setiap 10 tahun yang dilakukan oleh BPS di seluruh pelosok Indonesia. Ia menuturkan, bahwa kegiatan Sensus Ekonomi 2026 merupakan upaya dari pemerintah untuk memperoleh data yang akurat, mutakhir, dan komprehensif terkait kondisi perekonomian nasional, khususnya di daerah.
"Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat basis data perekonomian nasional yang akurat dan terpercaya. Sensus ini akan memotret secara menyeluruh aktivitas ekonomi di berbagai sektor, baik formal maupun informal, sehingga dapat memberikan gambaran riil struktur ekonomi Indonesia hingga ke tingkat daerah," jelas Soni dalam sambutannya, Selasa (5/5/2026).
Nantinya, data yang didapatkan dari kegiatan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, inklusif dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun di masing-masing daerah.
"Kami berharap sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk di Kabupaten Malang dan Malang Raya, sehingga menghasilkan data yang berkualitas tinggi dan dapat dimanfaatkan secara maksimal," ujar Soni.
Lebih lanjut, ia juga meminta kepada seluruh pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dengan memberikan keterangan maupaun jawaban dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026. Nantinya, akan ada 251 ribu petugas yang melakukan Sensus Ekonomi 2026 secara door to door ke tempat pelaku usaha.
Baca Juga : Kabupaten Malang Raih Tiga Penghargaan di Indonesia Halal Ecosystem Summit dan UB Halal Metric Award 2026
"Untuk Sensus Ekonomi 2026 dilakukan sejak tanggal 1 Mei dan berakhir di Agustus 2026. Nantinya di 15 Juni 2026 secara serentak petugas akan door to door melakukan sensus," tutur Soni.
Ia menjamin bahwa data pelaku usaha secara keseluruhan akan dirahasian dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026. Pasalnya, sesuai dengan ketetapan aturan yang telah ditentukan, bahwa data pelaku usaha akan dilindungi oleh BPS dan tidak akan disebarluaskan.
"Para pelaku usaha tidak perlu khawatir. Data yang diterima oleh petugas hasilnya tidak akan kita publikasikan secara detail. Tetapi publikasi secara umum saja. Misalnya di Kabupaten Malang ada sekian ratus ribu pelaku usaha, ada yang sehat sekian dan ada yang tidak sehat sekian. Itu yang kita publikasikan, bukan by name by address-nya," pungkas Soni.
