Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Laga Arema FC Vs Persebaya Tak Digelar di Stadion Kanjuruhan: Keamanan hingga Psikologis Korban Jadi Pertimbangan

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Dede Nana

28 - Apr - 2026, 12:33

Placeholder
Kondisi Stadion Kanjuruhan usai direnovasi pasca Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 silam. (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pertandingan lanjutan Super League antara Arema FC vs Persebaya bakal digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (28/4/2026) sore. Keputusan pertandingan yang tidak digelar di kandang Arema FC yakni di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur tersebut juga sempat menuai pro dan kontra.

Sebelumnya, sekitar dua minggu jelang pertandingan berlangsung, sejumlah pihak terkait juga telah menggelar rapat koordinasi (rakor) di Polres Malang pada 15 April 2026. Pada agenda rakor tersebut juga turut membahas ihwal pertandingan antara Arema FC vs Persebaya yang sempat diagendakan bakal digelar di Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga : Kasus Suamiku Ternyata Perempuan di Kota Malang, Korban Jalani Pemeriksaan Polisi dan Tambah Bukti

Pada hasil rakor yang saat itu juga turut dihadiri oleh sejumlah pihak tanpa terkecuali para jajaran Forkopimda Kabupaten Malang tersebut, mengerucut bahwa pertandingan Arema FC vs Persebaya dinilai belum siap untuk digelar di Stadion Kanjuruhan dengan berbagai pertimbangan. Sehingga, pihak kepolisian saat itu belum memberikan rekomendasi apapun terkait pertandingan tersebut.

Hasil dari rakor itulah yang kemudian memicu beragam pro dan kontra. Tanpa terkecuali dari Aremania Bergerak yang kemudian menggelar aksi di Polres Malang pada 16 April 2026 yang kemudian berlanjut pada beberapa aksi serupa.

Pada aksinya, sejumlah suporter Arema FC yang mengatasnamakan Aremania Bergerak tersebut meminta agar pertandingan Derby Jawa Timur itu dapat digelar di Stadion Kanjuruhan. Namun, sebelum adanya aksi tersebut, sejumlah pihak juga mendesak agar pertandingan tidak digelar di Stadion Kanjuruhan.

Mereka yang menolak pertandingan Arema FC vs Persebaya digelar di Stadion Kanjuruhan tersebut merupakan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Sejumlah keluarga korban dalam tragedi yang merenggut sekitar 135 korban jiwa tersebut, juga sempat menyampaikan tuntutannya agar pertandingan tak digelar di Stadion Kanjuruhan kepada para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang. Yakni pada 14 April 2026.

Pihak kepolisian khususnya Polres Malang pada saat itu juga sempat menjadi tumpuan aspirasi dari sejumlah pihak baik yang pro maupun yang kontra. Hingga akhirnya, pihak penyelenggara memutuskan jika pertandingan Arema FC vs Persebaya digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Di sisi lain, Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi juga sempat menampung beragam aspirasi baik yang pro maupun yang kontra tersebut. Hasil dari aspirasi oleh sejumlah pihak tersebut bahkan juga turut dikoordinasikan ke Polda Jawa Timur. Termasuk hasil dari rakor yang turut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait tanpa terkecuali para jajaran Forkopimda Kabupaten Malang tersebut.

"Di dalam rapat juga telah disampaikan, dari seluruh peserta rapat banyak saran-masukan yang pada intinya semua berkomitmen. Pertama, bahwa stabilitas kamtibmas di Kabupaten Malang ini harus dipertahankan," ujar Taat yang juga sempat disampaikan saat ditemui usai rakor berlangsung pada 15 April 2026 lalu.

Para stakeholder di Kabupaten Malang menjabarkan, program pembangunan termasuk yang menjadi prioritas nasional banyak yang dilaksanakan di Kabupaten Malang. Hal itu tentunya menjadi peluang yang dinilai sangat baik ke depan untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

"Banyak program nasional yang diselenggarakan di Malang. Mulai dari Sekolah Rakyat, Sekolah Unggulan, SMA Taruna Nusantara, kemudian program ketahanan pangan ini juga banyak yang kemudian diselenggarakan di Kabupaten Malang," beber Taat merujuk pada pernyataan yang juga disampaikan oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Malang.

Baca Juga : Viral Isu Begal di Situbondo, Polisi Pastikan Kasusnya Penipuan Modus Kenalan di TikTok

Pertimbangan itulah yang kemudian membuat sejumlah pihak berkomitmen untuk merawat serta menjaga stabilitas Kamtibmas sebagai poin penting dan utama. "Sehingga tidak boleh ada gangguan yang kemudian nanti justru mengganggu apa yang sedang berjalan ini," ujarnya.

Selain mempertimbangkan aspek keamanan pada pertandingan yang masuk dalam kategori high risk tersebut, opsi untuk tidak digelarnya pertandingan Arema FC vs Persebaya juga turut mempertimbangkan kondisi sosial. Terutama dari sisi psikologis korban maupun keluarga korban dalam Tragedi Kanjuruhan.

Sebagaimana diketahui, Tragedi Kanjuruhan tersebut terjadi pada 1 Oktober 2022. Tragedi terjadi saat pertandingan Arema FC menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan. Sehingga sejumlah pihak dari para korban tak jarang hingga kini masih mengalami trauma.

"Peserta rapat juga menyampaikan bahwa upaya untuk mengatasi permasalahan kaitannya dengan trauma sosial, trauma psikologis ini harus terus diupayakan secara berkelanjutan. Sehingga kondusifitas Kabupaten Malang dalam menjalankan pertandingan sepakbola ini bisa terus optimal," imbuhnya.

Meski demikian, disampaikan Taat, upaya penanggulangan dampak trauma psikologis tersebut memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sehingga juga perlu dilakukan dengan melibatkan peran dari sejumlah pihak.

"Namun memang upaya ini tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat, karena itu harus terus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan dengan upaya yang efektif," pungkasnya.


Topik

Peristiwa arema vs persebaya stadion kanjuruhan tragedi kanjuruhan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa