JATIMTIMES - Ambisi mempertahankan gelar juara umum ditegaskan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII tingkat kabupaten 2026 di Islamic Center Balongpanggang, Jumat (17/4/2026) malam.
Ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi panggung seleksi ketat untuk mencetak kafilah terbaik menuju MTQ Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga : Wawali Surabaya Armuji Tantang Pordi Gelar Event Domino Lebih Besar usai Seribu Pemain Padati Grand City
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara terbuka memasang target tinggi: mempertahankan dominasi Gresik di level provinsi. Modalnya jelas: status juara umum pada MTQ ke-31 Jawa Timur.
"Prestasi juara umum harus kita jaga, bahkan kita tingkatkan. MTQ ini jadi titik awalnya," tegas Gus Yani sapaan akrabnya.
Tak hanya bicara target. Yani juga menekankan MTQ sebagai instrumen strategis membangun identitas Gresik sebagai kota santri sekaligus memperluas basis pembinaan Al-Qur’an hingga ke wilayah selatan.
“Ini bukan sekadar seremoni. MTQ adalah bagian dari upaya menjaga tradisi Qurani dan memperkuat karakter religius masyarakat Gresik,” ujarnya.
Pemilihan Balongpanggang sebagai tuan rumah juga bukan tanpa alasan. Selain pemerataan kegiatan, momen ini dimanfaatkan untuk mengangkat ikon baru daerah, seperti Islamic Center Masjid KH Robbach Ma’sum dan wisata edukasi digital Gresik Universal Science (GUS).
"Sekaligus kita kenalkan potensi daerah. Harapannya, ini berdampak lebih luas, tidak hanya pada keagamaan tetapi juga ekonomi lokal," imbuhnya.
Baca Juga : Halalbihalal Demokrat Jatim, Emil Dardak Tekankan Soliditas Hadapi Dinamika Politik
Sementara itu, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengungkapkan skala besar MTQ tahun ini. Kegiatan berlangsung 17–19 April 2026, melibatkan 725 kafilah dari 18 kecamatan.
"Rinciannya 545 peserta, 90 official, dan 90 pembina. Didukung 110 dewan hakim dan panitera," pungkasnya.
Perlombaan digelar di 10 venue dengan tujuh cabang utama: tilawah, hifdzil, tafsir, fahmil, syarhil, khath Al-Qur’an, serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
Dengan skala dan target besar tersebut, MTQ XXXII bukan hanya ajang rutin tahunan, tetapi menjadi medan pembuktian untuk mempertahankan juara umum di level Jawa Timur.
