Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Ternyata Ini Biang Keroknya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

05 - Apr - 2026, 07:38

Placeholder
Potret salah satu warung kelontong yang tidak memberikan kresek untuk pembelian di bawah Rp5 ribu. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Harga plastik di pasaran belakangan bikin pedagang dan pelaku usaha kecil geleng-geleng kepala. Kenaikannya bukan lagi tipis-tipis, tapi disebut melonjak drastis hanya dalam hitungan hari.

Dampaknya pun mulai terasa ke mana-mana. Bukan cuma pedagang plastik kiloan, sektor makanan, minuman kemasan, laundry, hingga usaha rumahan yang bergantung pada kemasan plastik ikut terkena imbas.

Baca Juga : Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting Pasca Lebaran

Lantas, mengapa harga plastik bisa naik setajam ini? Ternyata biang keroknya datang dari luar negeri, tepatnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi global, terutama di kawasan Selat Hormuz.

Jalur laut strategis itu selama ini menjadi nadi pengiriman minyak mentah dan bahan baku petrokimia dunia. Saat pasokan terganggu, efeknya langsung merembet ke industri plastik.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik Plastik (Inaplas) Fajar Budiono, masalahnya ada pada tersendatnya distribusi bahan baku utama plastik, yakni nafta.

“Sekarang akibat perang kan terus yang pertama Selat Hormuz kan ketutup sehingga bahan baku berupa nafta yang 70 persen itu datangnya dari Middle East (Timur Tengah) jadi tidak bisa terkirim ke para industri petrokimia,” katanya. 

Nafta sendiri merupakan turunan minyak bumi yang menjadi bahan dasar berbagai jenis plastik, termasuk polietilen (PE) dan polipropilena (PP). Karena pasokannya tersendat, harga bahan baku langsung meroket.

Data pasar menunjukkan harga minyak mentah melonjak tajam, dan ini ikut mendorong kenaikan bahan baku plastik. Dalam beberapa hari terakhir, harga polietilen dan polipropilena disebut naik dua digit. Bahkan di beberapa kategori, lonjakannya menembus 30 persen hingga 50 persen. 

Menurut data pasar yang dikutip dari berbagai sumber, kawasan Timur Tengah menyumbang sekitar seperempat ekspor global untuk PE dan PP. Karena itu, gangguan di wilayah tersebut langsung memukul pasokan dunia. 

Direktur Polietilen di Independent Commodity Intelligence Services (ICIS) Harrison Jacoby menjelaskan betapa besarnya ketergantungan industri dunia terhadap jalur tersebut. “Sekitar 84% kapasitas polietilen Timur Tengah bergantung pada Selat Hormuz untuk ekspor melalui jalur laut.” jelas Harrison.

Baca Juga : Daftar Negara Terapkan WFH demi Hemat BBM, Indonesia Ikut Ambil Langkah

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di berbagai daerah, dengan kenaikan harga plastik kecil, kresek, hingga styrofoam yang cukup signifikan. 

Yang bikin masyarakat perlu waspada, dampak kenaikan harga plastik ini tidak berhenti di tingkat distributor. Plastik adalah komponen penting untuk kemasan makanan dan minuman. Artinya, kalau harga plastik naik, biaya produksi produk konsumsi harian juga ikut terdorong.

Profesor dari Syracuse University Patrick Penfield menyebut barang-barang konsumsi bisa menjadi yang pertama terdampak.

“Akibatnya, produk-produk seperti peralatan makan sekali pakai, minuman dalam botol, dan kantong sampah bisa menjadi yang pertama mengalami kenaikan harga dalam beberapa minggu mendatang.” papar Patrick. 

Ini berarti masyarakat kemungkinan akan segera merasakan kenaikan harga pada air minum kemasan, makanan siap saji, hingga jasa laundry yang banyak menggunakan plastik pembungkus.

Jika konflik dan gangguan pasokan di Selat Hormuz terus berlanjut, harga plastik diperkirakan masih akan bertahan tinggi dalam waktu dekat. Bukan cuma pedagang, konsumen akhir pun berpotensi ikut menanggung kenaikan harga tersebut.


Topik

Ekonomi Plastik harga plastik harga plastik naik konflik Timur Tengah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy