Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gempa M 7,6 Guncang Bitung Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

02 - Apr - 2026, 07:57

Placeholder
Ilustrasi gempa. (Foto dari Pixabay)

JATIMTIMES - Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi 2 April 2026. Guncangan ini terjadi sekitar pukul 05.48 WIB dan sempat menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memicu tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa pusat gempa berada di laut, tepatnya sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara. Gempa tersebut memiliki kedalaman 62 kilometer.

Baca Juga : New Wisata Wendit Diduga Nunggak Vendor CCTV hingga Rp105 Juta

Melalui akun resmi media sosialnya, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi tsunami akibat gempa ini. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa wilayah yang perlu mewaspadai dampak lanjutan adalah Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

“Pemutakhiran peringatan dini tsunami, telah terjadi gempabumi dengan kekuatan 7.6, lokasi: 129 km Tenggara Bitung, Sulut,” demikian postingan @infoBMKG, Kamis (2/4).

"Berpotensi Tsunami di wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara," lanjut BMKG.

BMKG menambahkan bahwa gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah, sehingga masyarakat di daerah pesisir diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.

Dampak jika Tsunami Terjadi di Sulawesi Utara

Jika tsunami benar-benar terjadi, dampaknya diperkirakan akan dirasakan di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara, terutama daerah yang menghadap langsung ke laut terbuka.

Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kota Bitung, Kota Manado, Minahasa Utara, serta wilayah kepulauan seperti Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro). Daerah-daerah ini memiliki garis pantai yang cukup panjang dan sebagian permukiman berada dekat dengan laut.

Selain itu, wilayah pesisir di bagian timur Sulawesi Utara perlu meningkatkan kewaspadaan karena berhadapan langsung dengan pusat gempa di laut.

Dampak yang mungkin terjadi meliputi genangan air laut ke daratan, kerusakan rumah dan fasilitas umum, gangguan aktivitas pelabuhan, hingga risiko korban jiwa jika evakuasi tidak dilakukan dengan cepat. Infrastruktur seperti jalan pesisir dan tempat usaha juga berpotensi mengalami kerusakan.

Tips Menghindari Bahaya Tsunami

Untuk meminimalkan risiko, masyarakat diimbau memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi potensi tsunami:

Baca Juga : Bale Santai Honda Temani Pemudik Lebaran 2026, 7.235 Pemudik Manfaatkan Layanan di Jatim

• Segera menjauh dari pantai setelah merasakan gempa kuat atau melihat tanda-tanda air laut surut secara tidak wajar

• Cari tempat yang lebih tinggi seperti bukit atau gedung bertingkat yang aman

• Ikuti jalur evakuasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah setempat

• Pantau informasi resmi dari BMKG dan jangan mudah percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya

• Siapkan tas darurat berisi kebutuhan penting seperti air, makanan, obat-obatan, dan dokumen

• Tetap tenang dan jangan panik, agar proses evakuasi bisa berjalan lancar

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Namun, warga diimbau untuk tetap siaga dan terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG serta instansi terkait demi keselamatan bersama.


Topik

Peristiwa Gempa gempa bumi gempa Bitung tsunami



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy