Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pemkot Malang Matangkan Kerja Sama Bank Dunia, Jantung Kota Akan Terintegrasi

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

22 - Feb - 2026, 12:57

Placeholder
Kawasan Kayutangan yang menjadi salah satu pusat keramaian di Kota Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menjajaki kerja sama dengan Bank Dunia untuk penataan kawasan terintegrasi di jantung kota. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, terkait rencana pengembangan sejumlah titik strategis menjadi satu kesatuan kawasan yang tertata.

Wahyu menjelaskan, konsep yang ditawarkan meliputi integrasi kawasan Kayutangan Heritage, Alun-Alun Kota Malang, kawasan Splendid, Balai Kota, hingga Stasiun Malang, dan terhubung sampai ke Kampung Warna-Warni Jodipan. Seluruh titik tersebut diusulkan menjadi satu kawasan terpadu dengan perencanaan yang matang.

Baca Juga : Nihil Kasus Perang Sarung di Awal Ramadan di Kota Malang, Polisi Waspadai Wilayah Ini

“Iya, kita sudah ditawari terkait dengan kawasan yang terintegrasi antara Kayutangan Heritage, Alun-alun, kawasan Splendid, Balai Kota, sampai Stasiun. Menjadi satu kesatuan sampai ke Kampung Warna-Warni. Itu sudah kita usulkan menjadi satu kesatuan,” ujar Wahyu.

Dalam konsep tersebut, Pemkot Malang menyiapkan penataan menyeluruh, termasuk penempatan pedagang kaki lima (PKL), kantong parkir, hingga titik-titik wisata agar tidak saling tumpang tindih. Wahyu menegaskan, penataan ini bertujuan menciptakan kawasan yang rapi, nyaman, dan tidak menimbulkan hambatan bagi pengunjung.

“Nanti di situ juga akan kita tempatkan mana PKL, mana parkir, mana tempat wisata. Jadi satu kawasan yang baik, tertata, dan tidak ada halangan. PKL ada tempat, parkir ada tempat,” jelasnya.

Menurut Wahyu, konsep besar tersebut telah disampaikan kepada Bank Dunia dan mendapat respons positif. Salah satu poin yang dinilai menarik adalah adanya perubahan pola pikir (mindset) dalam pengelolaan kawasan, khususnya di Kayutangan Heritage, yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata sejarah Kota Malang.

Selain penataan kawasan, Pemkot Malang juga mengusulkan pembangunan skywalk di dua titik, yakni kawasan tengah kota dan kawasan Soekarno-Hatta (Suhat). Namun, terkait besaran anggaran, Wahyu mengaku masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

Baca Juga : Luncurkan Bazar Ramadan, Kelurahan Kaliombo Geliatkan UMKM Kota Kediri

“Kan baru kita usulkan, kita belum tahu anggarannya. Kalau saya sih maunya sebanyak-banyaknya. Yang kita usulkan ada dua kawasan, kawasan ini (tengah kota) dan kawasan Soekarno-Hatta,” ujarnya.

Rencananya, skywalk di masing-masing kawasan akan memiliki karakter berbeda. Jika di Kayutangan mengusung konsep heritage kolonial, maka di Soekarno-Hatta akan lebih mengarah pada konsep milenial.

“Mungkin akan sama-sama ada, tapi dengan ornamen yang berbeda. Karena kan beda, satunya mengusung konsep heritage kolonial, satunya konsep milenial,” pungkas Wahyu.


Topik

Pemerintahan bank dunia wali kota malang wahyu hidayat kawasan terpadu malang kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan