Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Saat Seorang Sahabat Pingsan karena Puasa, Turunlah Aturan Sahur dalam Al-Quran

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

19 - Feb - 2026, 10:11

Placeholder
Ilustrasi Qais bin Shirmah, seorang Anshar yang bekerja sebagai buruh di kebun kurma. (ist)

JATIMTIMES - Teriknya kemarau di Madinah menjadi saksi sebuah peristiwa yang kelak menguatkan fondasi hukum puasa Ramadan. Dari pengalaman seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, umat Islam memperoleh penjelasan tegas tentang batas waktu sahur, berbuka, serta ketentuan hubungan suami istri di malam hari bulan suci.

Sahabat itu bernama Qais bin Shirmah, seorang Anshar yang bekerja sebagai buruh di kebun kurma. Aktivitasnya mengandalkan tenaga fisik, sementara Ramadan kala itu bertepatan dengan musim panas yang menyengat. Selepas bekerja hingga menjelang Magrib, ia pulang dalam keadaan letih dan berharap dapat segera berbuka.

Baca Juga : 60 Masjid di Malang Raya Ini Siapkan Buka Puasa Gratis Selama Ramadan 2026

Namun, kondisi ekonomi keluarganya sedang sulit. Ketika Qais menanyakan makanan untuk berbuka, istrinya menyampaikan bahwa tidak ada persediaan di rumah dan bergegas mencari sesuatu yang bisa disantap. Sementara menunggu, rasa lelah membuat Qais tertidur sebelum sempat membatalkan puasanya.

Sang istri kembali dengan membawa makanan, tetapi mendapati suaminya sudah terlelap. Ia tidak tega membangunkannya. Malam itu Qais terlewati tanpa berbuka dan tanpa sahur. Keesokan harinya, ia tetap melanjutkan puasa dan kembali bekerja di kebun kurma. Tubuhnya yang belum terisi asupan sejak hari sebelumnya akhirnya tak sanggup menahan beban. Ia jatuh pingsan di tengah pekerjaan.

Kabar tersebut sampai kepada Rasulullah SAW. Tidak lama kemudian, turunlah firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 187 yang menjadi penegasan aturan puasa Ramadan. Allah SWT berfirman:

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, tetapi janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa makan dan minum diperbolehkan sepanjang malam hingga terbit fajar. Puasa kemudian dijalankan sejak fajar sampai datangnya malam. Selain itu, hubungan suami istri dihalalkan pada malam hari Ramadan, kecuali ketika sedang beriktikaf di masjid.

Baca Juga : Punya Jantung, Ginjal, atau Asam Urat? Hindari Buah dan Sayur Ini

Penegasan ini membawa kelegaan bagi para sahabat. Mereka memahami bahwa sahur bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian penting yang membedakan puasa umat Islam dengan umat terdahulu. Rasulullah SAW bersabda, “Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.” Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim.

Kisah Qais bin Shirmah memperlihatkan bahwa syariat Islam turun dengan mempertimbangkan kondisi nyata umatnya. Dari peristiwa seorang pekerja kebun kurma yang kelelahan, lahirlah pedoman jelas mengenai waktu sahur, berbuka, dan batasan ibadah di bulan Ramadan. Aturan tersebut tidak hanya mengatur, tetapi juga memudahkan, agar umat dapat menjalankan puasa dengan kekuatan dan ketakwaan.


Topik

Agama Puasa Ramadan kisah sahabat Rasulullah sahur berbuka



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy