Bupati Sanusi Tinjau Kawasan Gunung Bromo Usai Alami Kebakaran Via Jemplang
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
15 - Aug - 2026, 08:10
JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi berdama Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi meninjau kawasan Gunung Bromo yang terimbas kebakaran hebat melalui jalur Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang untuk melihat langsung dampak kebakaran tersebut.
Dalam kunjungannya tersebut, Sanusi didampingi Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Purwoto.
Baca Juga : Pembakaran Sampah Merembet, 7 Pemilik Lahan Tebu Merugi Ratusan Juta
Kemudian juha tampak mendampingi, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang Yetty Nurhayati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Malang KH. Khoirul Hafidz Fanani, serta Forkopimcam Poncokusumo.
Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, peninjauan ke kawasan Gunung Bromo untuk memastikan kondisi kawasan serta melihat proses penanganan kebakaran. Berdasarkan laporan yang ia terima, kawasan di Gunung Bromo yang terbakar dan masuk ke dalam wilayah Kabupaten Malang seluas 30 hektare.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu juga memastikan kondisi menuju Gunung Bromo melalui jalur Jemplang dilaporkan sudah terkendali. Titik api di wilayah Kabupaten Malang telah padam. Sejumlah titik lain seperti Seruni, Bukit Kingkong, Bukit Cinta, dan Pakis Bincil juga telah berhasil dipadamkan, meski masih ditemukan asap tipis di beberapa lokasi. Oleh karena itu, seluruh pihak terkait terus melakukan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Di sela-sela kunjungannya ke kawasan Gunung Bromo, Sanusi juga menyempatkan untuk mehyerahkan paket bantuan sembako dari Baznas Kabupaten Malang untuk petugas dam relawan yang terlibat dalam proses penanganan kebakaran. Bantuan tersebut disalurkan di kawasan Watu Gede, Padang Savana Gunung Bromo.
Dalam kesempatan itu, Sanusi mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk dapat menjaga keamanan kawasan Gunung Bromo. Ia meminta seluruh pihak menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan.
Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dam lahan atau karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan petugas. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kebakaran serta menjaga kelestarian kawasan Gunung Bromo.
"Apabila kondisi sudah benar-benar dinyatakan aman, Balai Besar TNBTS akan segera membuka kembali kawasan Bromo. Kami juga memberikan imbauan kepada semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkap Sanusi, Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga : Tindak Lanjuti Sorotan DPRD Surabaya, SIER Ramaikan Atribut Kemerdekaan dan Bendera Merah Putih
Pihaknya memastikan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat selama proses pemantauan dan pemulihan. Sinergi pemerintah daerah, Balai Besar TNBTS, aparat keamanan, petugas lapangan, relawan, dunia usaha dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menghadapi ancaman karhutla.
"Pemerintah Kabupaten Malang juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi mengenai status kawasan Bromo dan tidak memaksakan aktivitas wisata sebelum kawasan tersebut dinyatakan aman dan kembali dibuka oleh pihak berwenang," tutur Sanusi.
Sementara itu, sebagai informasi bahwa peristiwa kebakaran di kawasan Bromo terdeteksi pada tanggal 3 Agustus 2026 di sekitar kaldera Bromo, Bukit Jantur/Bantengan, yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo. Pergerakan angin pada tanggal 5 Agustus 2026 kemudian menyebabkan api menjalar hingga kawasan administratif Kabupaten Malang.
Data sementara mencatat luasan kawasan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.120,3 hektare. Angka tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan dan verifikasi di lapangan terus dilakukan. Vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar.
