Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Kemerdekaan Menurut Kepala MTsN 2 Kota Malang: Bukan Sekadar Bebas, tetapi Mampu Membangun Bangsa

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

18 - Aug - 2026, 19:48

Placeholder
Kepala MTsN 2 Kota Malang Anita Yusianti, S.Pd., M.Pd dan Kepala Kemenag Kota Malang, Gus Ahmad Shampton usai upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 81(ist)

JATIMTIMES - Kemerdekaan Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai peristiwa sejarah yang diperingati setiap Agustus. Bagi lingkungan madrasah, kemerdekaan memiliki konsekuensi yang lebih jauh, yakni memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi sesuai minat, sekaligus tumbuh menjadi bagian dari bangsa yang mampu menjaga persatuan.

Pandangan tersebut disampaikan Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, S.Pd., M.Pd., saat memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu bentuk nyata yang dapat dirasakan masyarakat dari hadirnya kemerdekaan.

Baca Juga : Upacara HUT ke-81 RI di Grand Mercure Malang, Kenakan Busana Nusantara hingga Terbangkan 300 Merpati

Anita mengatakan, sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama, guru, tenaga kependidikan, maupun civitas akademika madrasah patut melihat kemerdekaan bukan hanya dari sisi seremoni, tetapi juga dari kesempatan yang terbuka bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan sesuai bidang dan minat masing-masing.

“Dengan peringatan HUT RI khususnya ke-81 ini, kita sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya sebagai guru, tenaga kependidikan, dan juga civitas akademika madrasah, kami pertama bersyukur terkait dengan kemerdekaan ini, karena dengan ini kami bisa mengenyam pendidikan sesuai dengan bidang minat kita masing-masing,” kata Anita, Selasa, (18/8/2026).

Dari sudut pandang tersebut, kemerdekaan berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan tidak sekadar menjadi layanan yang diberikan negara, tetapi menjadi ruang bagi warga negara untuk mengembangkan kemampuan dan kemudian menggunakannya untuk membangun Indonesia.

Karena itu, Anita menilai peringatan kemerdekaan semestinya juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap Indonesia. Nasionalisme, menurut dia, harus diterjemahkan dalam semangat untuk memberikan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa.

“Kita nanti dengan peringatan ini semakin tumbuh rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, nasionalisme, dan juga semangat untuk membangun bangsa ini ke depannya,” ujarnya.

Anita juga melihat dukungan pemerintah terhadap pendidikan madrasah terus mengalami penguatan. Ia menyebut Kementerian Agama telah memberikan dukungan dan fasilitasi yang besar bagi madrasah, meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi.

“Insya Allah pemerintah sudah berupaya maksimal untuk memfasilitasi, memberikan support pendidikan kepada kami, khususnya di Kemenag. Support Kemenag sangat luar biasa kepada madrasah,” katanya.

Baca Juga : Buka PBAK 2026, Rektor UIN Malang Tekankan Berpikir Kritis dan Growth Mindset pada Ribuan Maba 

Namun, pengakuan terhadap dukungan tersebut tidak berarti menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih ada. Bagi Anita, kekurangan dalam penyelenggaraan pendidikan harus dipandang sebagai bagian dari proses perbaikan, bukan alasan untuk berhenti bergerak.

“Ya pasti masih ada kekurangan-kekurangan, tapi tidak menjadi hal yang bermasalah untuk kami untuk maju,” tegasnya.

Di tengah dinamika sosial yang berkembang, Anita justru menempatkan toleransi dan moderasi beragama sebagai bagian penting dari makna kemerdekaan. Menurutnya, keberagaman Indonesia membutuhkan sikap yang mampu menjaga ruang hidup bersama agar perbedaan tidak berubah menjadi sumber perpecahan. Lebih dari itu, ini juga merupakan kekuatan yang sejalan dengan fondasi kehidupan berbangsa Indonesia yang berideologi Pancasila dan berlandaskan UUD 1945.

“Yang penting jaga toleransi, terus juga tetap jaga toleransi dan moderasi beragama, karena itu menjadi kekuatan bangsa selama ini,” pesannya.


Topik

Pendidikan mtsn 2 kota malang hut ri makna kemerdekaan anita yusianti



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan