Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Harga Pupuk Melejit Tapi Mawar Mentok Rp1.000, Petani Bunga di Gunungsari Kota Batu Keluhkan Serapan Melemah

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Jun - 2026, 17:45

Placeholder
Bunga potong mawar di Kota Batu menghadapi tantangan serapan yang melemah di tengah tingginya harga pupuk.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Pertanian bunga potong sebagai salah satu sektor penggerak roda ekonomi dan destinasi pariwisata Kota Batu tengah menghadapi tantangan serius. Meski rutin memasok kebutuhan pasar metropolitan mulai dari Surabaya, Bali, hingga Jakarta, saat ini tengah didera masalah stagnasi harga jual yang tidak sebanding dengan melonjaknya biaya operasional.

Kondisi pelik ini salah satunya dirasakan langsung oleh Ahmad Yusuf, petani sekaligus pengepul mawar senior di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang telah menggeluti bisnis flora tersebut sejak tahun 2005 silam. Yusuf membeberkan bahwa aktivitas distribusi bunga potong di salah satu desa sentra mawar terbesar di Kota Batu ini secara volume sebenarnya belum sepenuhnya pulih total sejak hantaman pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Baca Juga : Fenomena Bediding di Kota Batu Catatkan Suhu Dingin Tembus 16 Derajat Celcius, BMKG Beberkan Dua Pemicunya

“Dahulu dalam kurun waktu seminggu kami rutin bisa melakukan pengiriman barang sampai tiga kali, tetapi kalau untuk situasi sekarang ini kami cuma bisa kirim dua kali saja seminggu,” ungkap Ahmad Yusuf saat diwawancarai, belum lama ini.

Yusuf memaparkan, untuk sekali jalan dirinya biasa memasok sekitar 3.000 tangkai bunga mawar potong segar yang dihimpun dari lahan pribadi serta serapan panen milik warga sekitar. Pasokan ribuan tangkai mawar tersebut biasanya akan diambil secara berkala oleh para pedagang besar asal Surabaya yang datang langsung ke kawasan Gunungsari.

Sayangnya, kerja keras para petani lokal terganjal oleh rendahnya nilai tawar produk di mana harga mawar di tingkat petani Batu saat ini tertahan di angka Rp1.000 saja per batang. Nilai ini terhitung jatuh dan timpang jika disandingkan dengan mawar produksi petani wilayah Bandung yang sanggup menembus angka Rp2.000 hingga Rp2.500 per batang di tingkat pasar nasional.

Secara kualitas visual dan ketahanan kelopak, mawar Kota Batu dinilai sangat mampu bersaing ketat dengan produk asal Jawa Barat asalkan ditunjang oleh pemberian nutrisi serta perawatan tanaman yang intensif. Namun, keinginan besar para petani untuk mendongkrak mutu tanaman tersebut harus membentur tembok tebal karena mahalnya harga sarana produksi pertanian (saprotan) seperti obat-obatan dan pupuk di pasaran.

“Walaupun kualitas mawar sebenarnya bisa kita kejar, harga jualnya saat ini di lapangan sangat tidak memadai karena harga pupuk dan obat pertanian terus naik, sementara harga jual bunga justru cenderung stagnan,” keluh Yusuf.

Baca Juga : Lapak Semipermanen Menjamur di Kawasan Alun-Alun, Pemkot Batu Bakal Data Ulang PKL

Jika menilik catatan historis pergerakan ekonomi pertanian lokal, fluktuasi harga mawar di tingkat bawah memang berjalan sangat lambat selama dua dekade terakhir. Pada medio 2005 hingga 2010 silam, harga mawar berada di kisaran Rp400 hingga Rp600 per batang, sebelum akhirnya merangkak lambat ke angka Rp800 hingga macet di nominal Rp1.000 per batang.

Mandeknya harga jual ini ditengarai bukan karena faktor serapan pasar yang melemah, melainkan akibat adanya indikasi permainan harga terstruktur di tingkat atas. Para tengkulak dan pengepul skala besar disinyalir kuat telah membangun kesepakatan sepihak untuk mengunci harga beli dari petani agar tidak mengalami kenaikan.

“Harganya mentok di angka seribu rupiah dan sulit bergerak naik karena para pedagang besar di atas sana memang sudah kompak untuk membeli bunga dari petani dengan harga pasaran seribu rupiah itu,” pungkasnya.


Topik

Ekonomi kota batu petani bunga harga bunga mawar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi