JATIMTIMES – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sumardi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Keberhasilan ini dinilai sebagai capaian strategis di tengah tekanan ekonomi dunia yang kian kompleks dan tidak menentu. Menurut legislator dari Fraksi Golkar DPRD Jatim tersebut, Indonesia patut bersyukur karena mampu meredam gejolak harga energi yang saat ini tengah menghantam banyak negara di berbagai belahan dunia.
Baca Juga : Cetak Siswa Unggul, MIN 1 Kota Malang Perkuat Penguasaan Bahasa Asing Siswa Sejak Kelas 1
“Di Indonesia sendiri tidak ada kenaikan BBM seperti di negara-negara lain. Ini tentu perlu kita apresiasi, karena Kementerian ESDM mampu melakukan terobosan dalam menghadapi persoalan global,” ujar Sumardi belum lama ini.
Anggota Komisi D DPRD Jatim ini menilai, kondisi global saat ini memberikan tekanan besar terhadap sektor energi yang berdampak pada lonjakan harga di pasar internasional. Namun, Indonesia dianggap memiliki resiliensi nasional yang kuat karena mampu mengendalikan situasi tersebut dengan sangat baik.
“Beberapa negara mengalami tekanan yang berdampak pada lonjakan harga BBM. Sementara Indonesia masih bisa mengendalikan itu semua. Ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kita secara nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sumardi menekankan bahwa stabilitas harga BBM merupakan fondasi vital bagi keberlangsungan ekonomi rakyat. Ia mengingatkan bahwa fluktuasi harga energi selalu memiliki efek domino yang signifikan terhadap harga kebutuhan pokok di pasar.
“Ini persoalan mendasar. Kalau BBM naik, pasti berdampak pada kebutuhan pokok. Karena itu kemampuan menjaga stabilitas ini sangat penting,” tegas legislator asal Dapil Jatim X yang meliputi wilayah Kabupaten Mojokerto, Jombang, dan Kota Mojokerto itu.
Baca Juga : 5 Cara Memulai Crypto untuk Pemula
Sumardi juga memberikan pujian khusus atas kecermatan Menteri Bahlil Lahadalia dalam melakukan kalkulasi kebijakan. Ia menilai Menteri ESDM berhasil mensinkronkan antara kondisi objektif di lapangan, kebutuhan masyarakat, dengan kemampuan fiskal negara.
"Beliau mampu membaca situasi, memahami kebutuhan masyarakat, serta mempertimbangkan kemampuan finansial negara. Ini tentu melalui perhitungan matang dan koordinasi lintas kementerian,” ungkap Sumardi.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas energi ini merupakan prestasi kolektif yang patut mendapatkan pengakuan luas, baik untuk jajaran kementerian terkait maupun kebijakan strategis yang diambil oleh Presiden. “Ini capaian luar biasa yang perlu kita berikan apresiasi, baik kepada kementerian terkait maupun kepada Presiden atas kebijakan yang diambil,” pungkasnya.
