Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pemkab Jember Salurkan Insentif Guru Ngaji Jelang Idul Fitri, Penghargaan bagi Pengabdi Pendidikan Keagamaan

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Yunan Helmy

11 - Mar - 2026, 16:10

Placeholder
Penyaluran insentif guru ngaji di Desa Sukorrambi.

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada para tokoh pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah (10/3/2026), Pemkab Jember menyalurkan insentif bagi para guru ngaji, modin, serta guru agama nonmuslim yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pembinaan moral dan spiritual masyarakat.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jember Nurul Hafid Yasin menjelaskan bahwa penyaluran insentif ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026. Insentif ini sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para pengajar agama yang selama ini mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Baca Juga : Pastikan Karyawannya di Timur Tengah Aman, dr. Faida Lakukan Teleconference

“Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Jember ingin memberikan apresiasi kepada para guru ngaji, modin, serta guru agama nonmuslim yang telah berperan besar dalam membimbing kehidupan beragama di masyarakat,” ujar Nurul Hafid Yasin.

Pada tahap penyaluran hari ini, pemerintah menyalurkan insentif kepada 1.955 penerima yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Jember. Masing-masing penerima mendapatkan honor sebesar Rp1.500.000 yang diberikan secara langsung melalui balai desa atau kelurahan setempat.

Nurul Hafid menegaskan bahwa proses pencairan dilakukan secara transparan dan tanpa potongan apa pun. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa seluruh dana yang dialokasikan akan diterima secara utuh oleh para penerima manfaat.

“Tidak ada potongan maupun setoran awal dalam pencairan insentif ini. Dana yang belum diambil tetap utuh tanpa pengurangan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sistem penyaluran dilakukan secara bergilir dengan melibatkan sekitar 30 desa setiap hari. Pola tersebut dipilih agar distribusi insentif dapat berjalan cepat dan tepat sasaran, mengingat waktu menuju Hari Raya Idul Fitri yang semakin dekat.

“Karena waktunya relatif singkat menuju Lebaran, maka penyaluran dilakukan secara maraton agar seluruh penerima bisa segera merasakan manfaatnya,” kata Nurul Hafid.

Program insentif ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan simbolis, tetapi juga mampu membantu kebutuhan ekonomi para tokoh agama menjelang hari raya, sekaligus memperkuat semangat mereka dalam terus mendidik generasi muda.

Di Balai Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, salah satu penerima insentif adalah Yuliana Ika, seorang guru ngaji yang telah hampir satu dekade mengabdikan diri mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungannya. Ia mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap para guru ngaji yang selama ini mengajar dengan penuh keikhlasan.

“Alhamdulillah menerima insentif guru ngaji. Prosesnya juga cepat karena hanya membawa KTP dan buku tabungan untuk dicocokkan,” ujarnya.

Bagi Yuliana, kegiatan mengajar mengaji bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati. Selama hampir sepuluh tahun, ia membimbing anak-anak belajar membaca Al-Qur’an di musala kecil yang berada tepat di samping rumahnya.

Baca Juga : Ponpes Matholi’ul Anwar Simo Masih Gelar Nuzulul Qur'an di Tengah Banjir

Musala tersebut dibangun secara swadaya di atas lahan kosong milik keluarga. Tempat sederhana itu menjadi ruang belajar bagi anak-anak sekitar yang ingin memperdalam bacaan Al-Qur’an dan pendidikan agama.

“Sudah hampir sepuluh tahunan mengajar di musala samping rumah. Awalnya ada lahan kosong, lalu kami bangun musala sendiri,” katanya.

Selain aktif sebagai guru ngaji, Yuliana juga terlibat dalam dunia pendidikan formal. Ia merupakan pendiri sebuah bimbingan belajar (bimbel) dan juga mengajar sebagai guru di Raudhatul Athfal (RA).

Selama menjadi guru ngaji, ia mengaku telah beberapa kali menerima insentif dari pemerintah daerah. Namun menurutnya, nominal yang diterima tahun ini terasa lebih besar dan sangat membantu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dana yang diterimanya tidak hanya akan digunakan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga dialokasikan untuk pembangunan fasilitas musala tempat ia mengajar. Saat ini, musala tersebut tengah menjalani  perbaikan.

Yuliana juga berharap program insentif ini ke depan dapat menjangkau lebih banyak guru ngaji yang selama ini belum terdata sebagai penerima. “Harapannya ke depan bisa lebih menyeluruh lagi, supaya guru ngaji yang belum terdata juga bisa merasakan insentif dari pemerintah,” ungkapnya.

Program penyaluran insentif ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Jember dalam memberikan perhatian kepada para tokoh pendidikan keagamaan. Di tengah kesederhanaan tempat-tempat belajar yang mereka bangun secara swadaya, para guru ngaji terus menyalakan cahaya ilmu bagi generasi muda. 


Topik

Pemerintahan Insentif guru ngaji insentif modin Pemkab Jember jelang Lebaran



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan