Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Pagi Ini, Guguran Awan Panas Meluncur ke Curah Kobokan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

14 - Feb - 2026, 10:18

Placeholder
Tampak kepulan asap pekat meluncur ke aliran lahar Curah Kobokan, Pronojiwo, Lumajang. (Foto: Instagram @lumajangsatu)

JATIMTIMES - Aktivitas Gunung Semeru kembali meningkat pada Sabtu (14/2/2026) pagi. Guguran awan panas terpantau terjadi di aliran lahar Curah Kobokan, Pronojiwo, Lumajang. Rekamannya beredar setelah diunggah akun Instagram @lumajangsatu.

Dalam video yang diunggah sekitar pukul 09.30 WIB, warga tampak merekam dari kejauhan saat material panas meluncur di aliran sungai. Tampak kepulan asap pekat berwarna putih keabuan meluncur dari atas gunung. 

Baca Juga : Dukung MBG, SPPG Polresta Banyuwangi 2 Diresmikan di Genteng Kulon 

Sehari sebelumnya, Jumat (13/2/2026), akun yang sama juga mengabarkan kondisi serupa di Semeru. "Guguran awan panas saat ini masih berada dalam radius kurang lebih 8-9 km dari pemukiman penduduk terdekat. Tetap waspada dan pantau informasi resmi dari pihak berwenang." demikian informasi akun tersebut pada Jumat (13/2/2026) kemarin. 

Berdasarkan laporan petugas Magma ESDM, Sigit Rian Alfian, erupsi sudah terjadi sejak pagi hari, Sabtu (14/2/2026). Erupsi pertama tercatat pukul 05.54 WIB.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 05:54 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di atas puncak (± 5676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 2388 detik.” demikian laporan Sigit, dikutip laman resmi Magma ESDM. 

Tak berselang lama, erupsi kembali terjadi pukul 07.25 WIB. “Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 07:25 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak (± 5176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 275 detik.” imbuh laporannya. 

Erupsi ketiga terjadi pukul 09.09 WIB. “Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 09:09 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 900 m di atas puncak (± 4576 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 102 detik.” jelas Sigit. 

"Kolom abu terlihat condong ke arah utara dan timur laut, seiring dengan arah angin saat erupsi berlangsung," imbuh laporannya. 

Baca Juga : Polisi Imbau Pengendara Waspadai Cuaca Ekstrem saat Libur Imlek dan Jelang Ramadan

Seiring meningkatnya aktivitas, Sigit juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat. Sebagai berikut: 
• Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
• Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
• Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Termasuk potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan dampak langsung ke permukiman.

Namun warga di sekitar lereng Semeru diminta tetap siaga dan memantau informasi resmi dari otoritas terkait. Khususnya warga hingga penambang pasir diimbau untuk  tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. 


Topik

Peristiwa gunung semeru erupsi gunung semeru status gunung semeru



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa