Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Wacana Sekolah Garuda, Puguh DPRD Jatim Soroti Risiko Kesenjangan Pendidikan

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : A Yahya

04 - Feb - 2026, 19:00

Placeholder
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Puguh Wiji Pamungkas.

JATIMTIMES - Pemerintah Pusat mewacanakan program Sekolah Garuda yang rencananya beroperasi mulai tahun ini. Hal ini mendapatkan perhatian serius dari anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Puguh Wiji Pamungkas.

Puguh menilai kebijakan tersebut harus direspons secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan baru di sektor pendidikan daerah. Ia mengingatkan agar Sekolah Garuda tidak melahirkan eksklusivitas yang berujung pada kesenjangan sosial di masyarakat.

Baca Juga : Jadwal Terbaru Tes Kemampuan Akademik SD dan SMP 2026 Diperbarui, Ini Rincian Tahapan hingga Pengumuman

“Yang perlu dicatat, jangan sampai kehadiran Sekolah Garuda justru memperlebar kesenjangan di tengah masyarakat. Jangan sampai menjadi jurang pemisah antara kelompok yang memiliki keterbatasan dengan kelompok yang memiliki kelebihan atau privilese,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Puguh mendesak Dinas Pendidikan Provinsi (Dindik) Jatim segera mengupas tuntas aspek teknis dan filosofis dari Sekolah Garuda, mengingat program tersebut ditargetkan mulai beroperasi tahun ini. Ia ingin kebijakan pusat dapat diselaraskan dengan semangat pemerataan pendidikan di Jatim.

“Ini menjadi hal yang wajib segera dikaji oleh Dinas Pendidikan Jatim, supaya kita tahu persis bentuk Sekolah Garuda itu seperti apa dan bagaimana dampaknya bagi ekosistem pendidikan daerah,” tegasnya. 

Puguh menekankan pentingnya kesiapan Pemprov Jatim, khususnya Dinding, dalam menyikapi kebijakan pendidikan nasional tersebut. Sebab, menurutnya Sekolah Garuda menjadi tantangan baru bagi sistem pendidikan di Jatim.

"Yang harus dipastikan adalah bagaimana sekolah-sekolah yang sudah ada serta potensi siswa di Jawa Timur tetap terwadahi secara optimal,” tandas politisi PKS itu.

Legislator asal Dapil Malang Raya itu menekankan pentingnya pendalaman konsep dan studi komparasi terhadap model Sekolah Garuda sebelum diimplementasikan di daerah.

“Dinas Pendidikan Jawa Timur perlu segera melakukan pendalaman materi tentang konsep Sekolah Garuda yang dimaksud oleh Pemerintah Pusat. Jangan sampai kita menjalankan kebijakan tanpa memahami secara utuh arah dan tujuannya,” tegasnya.

Baca Juga : Hujan Tak Jadi Halangan, Dokter Tirta Ingatkan Pelari Soal 3 Hal Penting Ini

Menurut Puguh, Jawa Timur sejatinya telah memiliki prototipe pendidikan serupa yang terbukti berjalan sukses selama bertahun-tahun, yakni sekolah-sekolah Taruna yang berafiliasi dengan TNI dan Polri.

“Jawa Timur sebenarnya sudah punya prototipe sejak lama. Kita memiliki sekolah Taruna yang berafiliasi dengan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Kepolisian, hingga Angkatan Udara atau Dirgantara,” jelasnya.

Sekolah-sekolah Taruna tersebut dinilai telah berhasil mencetak generasi muda Jawa Timur dengan kapasitas intelektual tinggi, karakter kuat, serta kedisiplinan yang teruji.

Karena itu, Puguh mempertanyakan relevansi dan format Sekolah Garuda, apakah hanya akan mengadopsi sistem serupa atau justru menghadirkan model pendidikan baru.


Topik

Pendidikan Sekolah Garuda puguh Wiji pamungkas dewan PKS



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Situbondo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan