Hadapi Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras Bondowoso Aman | Situbondo TIMES

Hadapi Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras Bondowoso Aman

Apr 06, 2021 16:23
Kepala Bulog Sub Divre Bondowoso-Situbondo, Rudi Prasetya (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Kepala Bulog Sub Divre Bondowoso-Situbondo, Rudi Prasetya (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

BONDOWOSOTIMES - Menjelang ramadan tahun 2021, Badan Urusan Logistik (Bulog) sub divre Bondowoso-Situbondo memastikan ketersediaan beras di kedua kabupaten aman.

Artinya, stok beras yang ada dengan kebutuhan rata-rata konsumsi bulanan masih terpaut jauh. Bahkan, stok yang ada disebut bisa digunakan untuk beberapa bulan ke depan.

Baca Juga : Pastikan Kesiapan Sekolah, Wabub Trenggalek Tinjau Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Bulog Sub Divre Bondowoso-Situbondo Rudi Prasetya, dikonfirmasi Senin (5/4/2021), menjelaskan, untuk wilayah Bondowoso ketersediaan beras mencapai 7 ribu ton dengan kategori medium. Semuanya, tersimpan di komplek gudang Bulog di Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso.

"Ini aman, karena kalau rata-rata kebutuhan beras di Bondowoso tiap bulannya itu sekitar 500 ton," kata pria asal Surabaya itu.

Adapun di Situbondo sendiri beras yang ada di dua komplek gudang Bulog Kota Santri itu, yakni sekitar 5.200 ton. Sementara, rata-rata konsumsi berasnya yakni sekitar 250 ton per bulan.

Rudi mengakui bahwa biasanya pada saat ramadan terjadi peningkatan konsumsi. Namun, pihaknya tidak khawatir karena melihat kondisi stok yang terbilang stabil.

Belum lagi, Bulog melakukan penyerapan gabah dan beras petani di dua kabupaten dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) beras Rp 8.300 per kilogram, dan gabah kering giling Rp 5.300 per kilogram. Baik, dengan sistem jemput bola, atau pun masyarakat datang langsung ke gudang Bulog.

"Tiap hari kita menyerap, walaupun tidak sebanter dengan supply. Tapi ada penyerapan cukup lumayan, sehari bisa mencapai 50 ton," ungkap Kepala Sub Divre yang telah bertugas 1,5 tahun di Bondowoso itu.

Baca Juga : Polisi Berhasil Ringkus Sepasang Kekasih Pengedar Sabu

Adapun operasi pasar yang biasa digelar untuk menstabilkan harga, jelas Rudi, pihaknya siap untuk menggelar agenda tahunan itu. Namun, memang sejauh ini masih belum ada koordinasi dari pemerintah daerah.

"Biasanya kita awal-awal bulan dipanggil oleh Pak Wabup. Begitu pun di Situbondo, kita dipanggil untuk melakukan operasi pasar. Baik gabungan atau pun kita sendiri," tutupnya. 

 

Topik
bulog bondowoso situbondo ketersediaan beras stok beras bondowoso bulan Ramadan

Berita Lainnya