Wawali Kota Malang Tanam Pohon Pule dan Apresiasi Kampung Budaya Polowijen | Situbondo TIMES

Wawali Kota Malang Tanam Pohon Pule dan Apresiasi Kampung Budaya Polowijen

Apr 04, 2021 17:48
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat ditemui awak media di Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang, Minggu (4/4/2021). (Foto: Istimewa) 
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat ditemui awak media di Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang, Minggu (4/4/2021). (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Dalam rangka HUT (Hari Ulang Tahun) Kota Malang yang ke-107 dan HUT Kampung Budaya Polowijen (KBP) yang ke-4, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko melakukan penanaman pohon Pule dan mengapresiasi terkait adanya KBP. 

"Kepada seluruh masyarakat yang ada di Polowijen saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi karena kesungguhan dan selamat dirgahayu Kampung Budaya Polowijen ke-4 tahun dan 107 tahun Kota Malang. Semoga kita semakin sejahtera, sehat dan ekonomi kita segera maju," ungkapnya, Minggu (4/4/2021). 

Baca Juga : Seminar Merajut Nusantara UBTV, Anggota DPR RI: Guru Masih Lebih Hebat daripada Kita

 

Pria yang akrab disapa Bung Edi ini menuturkan, penanaman pohon Pule yang dilakukan di KBP merupakan bentuk rasa syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. 

"Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada kehadirat Allah Subhanahu wata'ala. Di mana saat pandemi seperti ini masih diberi karunia kesehatan. Tidak hanya kesehatan, melainkan juga diberikan kekuatan untuk beraktivitas dengan persamaan dan kerukunan yang ada," terangnya. 

Politisi Partai Golkar Kota Malang ini mengatakan, bahwa pohon Pule yang ditanam di kawasan KBP memiliki banyak manfaat. Salah satunya dapat memproduksi oksigen dan memperbaiki kualitas air yang terdapat di kawasan KBP. 

Bung Edi juga mengharapkan bahwa penanaman pohon Pule yang dapat memberikan manfaat dengan produksi oksigen serta perbaikan kualitas air menandai suatu kondisi agar lebih baik dan perlahan dapat berjalan normal kembali di tengah pandemi Covid-19. 

"Kita berharap agar segera berakhir pandemi ini dan bisa beraktivitas dengan ekonomi yang bergerak kembali. Ekonomi kreatif tumbuh tapi tetap sehat, tetap menjaga yang namanya kesehatan," ujarnya. 

Sementara itu, penggagas Kampung Budaya Polowijen (KBP) Isa Wahyudi atau yang akrab disapa dengan sebutan Ki Demang mengatakan, bahwa peringatan HUT Kota Malang ke-107 dan peringatan HUT KBP ke-4  dengan penanaman pohon Pule merupakan penanda bangkitnya pariwisata di Kota Malang. 

"Kampung Budaya Polowijen adalah salah satu festival sebagai penanda bangkitnya pariwisata di Kota Malang. Ada 40 festival di kampung tematik selama setahun ini. Dan di Kampung Budaya Polowijen pertama kali dilakukan," ungkapnya. 

Simbolisasi penanaman pohon Pule yang dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, menurut Ki Demang, memiliki harapan dan doa yang sarat akan makna di dalamnya. 

"Ditandai dengan penanaman Pule. Harapannya pule ekonominya, pule dari kesehatan ekonominya, pule dari persaudaraan. Sehingga kita bisa bergotong royong, berbhineka tunggal Ika. Dan pule dari bidang kesenian dan budayanya," terangnya. 

Baca Juga : Dorong Kemajuan Pelaku Seni dan Budaya, Ini yang Bakal Dilakukan Disidikbud

 

Selain kegiatan penanaman pohon Pule, Ki Demang menuturkan bahwa terdapat kegiatan-kegiatan lain seperti tani tradisional, tari kreasi, pembuatan topeng khas KBP, memainkan gamelan, membacakan tembang mocopat serta pembagian Kartu Tanda Penari. 

"Ada juga wilujengan mahardian. Jadi selametan potong tumpeng agar kemudian kita semangat lempeng untuk mengembangkan seni budaya," katanya. 

Terakhir Ki Demang berharap dengan dibukanya Festival Kampung Tematik yang diawali dari Kampung Budaya Polowijen dapat memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa kampung-kampung tematik sudah dibuka untuk wisatawan namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

"Harapannya masyarakat tahu, kemudian ini akan menjadi tempat wisata dan wisatawan bisa datang serta dapat menikmati ragam kesenian yang ada. Bisa belajar tentang kesenian, belajar tari topeng, kerajinan topeng, batik, dan membeli jajanan tradisional yang disediakan," pungkasnya.

Topik
Kampung Budaya Polowijen hut kota malang ke 107 penanaman pohonpule

Berita Lainnya