Tak Setujui Aturan Baru, Akun WhatsApp Bisa Dihapus Setelah Masa Tenggang | Situbondo TIMES

Tak Setujui Aturan Baru, Akun WhatsApp Bisa Dihapus Setelah Masa Tenggang

Feb 22, 2021 07:46
WhatsApp (Foto: Teknologi.id)
WhatsApp (Foto: Teknologi.id)

INDONESIATIMES - Sempat bikin geger pengguna, aturan kebijakan privasi baru WhatsApp diundur hingga 15 Mei mendatang. Sejatinya, aturan tersebut dimulai pada Februari lalu.

Kala itu, disebutkan jika pengguna akan diberi pilihan untuk menghapus akun jika tidak menyetujui aturan tersebut. Kini muncul ketentuan baru yang lebih lunak tapi tetap menyulitkan.  

Baca Juga : Ingin Poligami, Ini Syarat Mutlak yang Harus Dipenuhi

Melansir melalui TechCrunch, berdasarkan email yang dikirimkan WhatsApp ke mitranya disebutkan, jika aplikasi chat itu akan secara perlahan meminta user menerima aturan baru tersebut agar bisa menggunakan fungsi secara penuh.  

Lantas apa yang terjadi jika pengguna menolak aturan tersebut? 

"Untuk jangka pendek, para user tersebut akan bisa menerima panggilan dan notifikasi, tapi tidak akan bisa membaca atau mengirimkan pesan dari aplikasi," sebut WhatsApp.

Dalam konfirmasinya, WhatsApp telah membenarkan rencana itu. Fungsi menerima panggilan dan notifikasi juga akan dibatasi selama beberapa minggu.

Pasalnya pada masa tenggang itu, WhatsApp akan menandai pengguna yang belum menyetujui aturan baru sebagai akun yang tidak aktif. Lalu, akun yang tidak aktif itu otomatis akan dihapus setelah 120 hari.

Maka dari itu, tetap hanya ada dua opsi bagi pengguna, yakni menerima aturan privasi baru atau pindah ke aplikasi lain. Peraturan ini memang diberikan kelonggaran daripada sebelumnya, akan tetapi tetap saja jika pengguna menolak kebijakan tersebut, mereka tidak bisa lagi memakai WhatsApp.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem, Kota Malang Waspada Longsor di Tiga Sempadan Sungai

Hingga kini, WhatsApp sendiri terus berusaha keras agar aturan baru itu tersosialisasi dengan baik dan tidak disalahpahami oleh pengguna. Terutama jika aturan baru ini sama sekali tidak membuat pesan kurang aman karena komunikasi tetap disandi dan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerimanya.

Disampaikan WhatsApp APAC Communications Director Sravanthi Dev, bahwa WhatsApp menyadari adanya miskomunikasi yang terjadi sehingga muncul interpretasi yang salah terkait isi kebijakan privasi baru itu.

"Cara kami berkomunikasi di Januari (lewat status WhatsApp) membuat kebingungan dan orang-orang semakin menaruh perhatian. Itu alasannya kami selalu berusaha mengunggah informasi dengan cara berbeda. Ada yang ingin kami beritahukan ke orang-orang dan memberi mereka lebih banyak waktu untuk mengetahui lebih dalam," ujar Sravanthi.

 

Topik
WhatsApp aturan baru whatsapp pengguna WhatsApp berita tekno techcrunch

Berita Lainnya