Dinas Pendidikan Banyuwangi: Jadikan Pembelajaran Tatap Muka Sarana Edukasi Covid-19 | Situbondo TIMES

Dinas Pendidikan Banyuwangi: Jadikan Pembelajaran Tatap Muka Sarana Edukasi Covid-19

Feb 16, 2021 18:49
Anak-anak yang bermain game dengan tidak mematuhi protokol kesehatan (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Anak-anak yang bermain game dengan tidak mematuhi protokol kesehatan (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

BANYUWANGITIMES - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi salah satu cara Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dalam melakukan edukasi dan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyebaran wabah Covid-19 di Banyuwangi.

Pernyataan tesebut disampaikan Suratno, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kabupaten Banyuwangi di kantornya Selasa (16/2/2021).

Baca Juga : PJU Dimatikan Saat Penerapan Jam Malam di Jombang Dikeluhkan PKL

” Pembelajaran tatap muka merupakan pintu masuk untuk mengedukasi masyarakat melalui anak-anak. Karena salah satu SOP PTM pada awal dan akhir pembelajaran selalu diisi dengan materi tentang Covid dan bagaimana cara pencegahan dan penanggulanganya,” jelasnya.

Selanjutnya para siswa diharapkan mampu menjadi virus positif begitu pulang di rumah tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan dan mampu mempengaruhi dan mengajak kelurganya.

Kemudian untuk pelaksanaan PTM di Sekolah Dasar dan Sekolah menengah Pertama (SD dan SMP) di Banyuwangi, lanjut Suratno, saat ini sudah memasuki tahap kedua bahkan tahap ketiga juga sudah ditandatangani. 

"Semua berjalan dengan lancar dan sukses terbukti belum ada informasi adanya klaster baru dari sekolah. Meskipun ada informasi beberapa guru tenaga pendidik mengalami sakit namun sudah ditangani. Ada yang dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan,” terang Suratno.

Lebih lanjut, dia menambahkan kebijakan PTM dari pemerintah pusat fleksibel dengan syarat ada izin dari kepala daerah, memenuhi protokol kesehatan dan ada izin dari orang tua para siswa.

”Sehingga apabila sekolah atau para orangtua/wali murid tidak siap maka proses pembelajaran tetap berlanjut baik secara daring maupun luring,” ujarnya.

Baca Juga : PPKM Mikro Tulungagung, Zona Kuning Terbanyak di Kecamatan Kedungwaru

Sehingga apabila ada orangtua/wali murid yang keberatan putra-putri mengikuti PTM dengan alasan keselamatan dan kesehatan namun saat di rumah mereka melakukan pembiaran hal tersebut tidak berimbang. Makanya pihak Dinas Pendidikan Banyuwangi menyarankan agar para orang tua/wali murid mempercayakan proses pendidikan di sekolah. Karena selain anak-anak mendapatkan ilmu secara langsung dari para guru, dari sisi kesehatan dinilai lebih terjamin.

 

 

Topik
pembelajaran tatap muka Dinas Pendidikan Banyuwangi berita pendidikan kabupaten banyuwangi

Berita Lainnya