Tepat 15 Hari, Banjir di Jombang Mulai Surut | Situbondo TIMES

Tepat 15 Hari, Banjir di Jombang Mulai Surut

Jan 15, 2021 15:04
Sejumlah warga Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben tampak mulai membersihkan rumah dari sisa banjir. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Sejumlah warga Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben tampak mulai membersihkan rumah dari sisa banjir. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Ratusan warga di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang akhirnya bisa bernafas lega. Karena banjir yang menggenangi kawasan mereka sejak awal Januari ini secara berangsur sudah mulai surut.

Banjir di Dusun Beluk ini terjadi sejak 1 hingga 14 Januari 2021. Banjir yang mengepung 200 rumah penduduk itu baru surut pada Jumat (15/1/2021) dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB. 

Baca Juga : 11 Rumah Terancam Tanah Longsor di Dusun Brau

"Surut tadi sebelum subuh. Jam 3 (03.00 WIB) saya sudah mulai bersih-bersih rumah," kata warga setempat Ngatinah (43) saat ditemui wartawan di rumahnya.

Ngatinah mengaku, selama 15 hari terkepung banjir, dirinya memilih bertahan di rumah. Dia tidak mengungsi lantaran untuk menjaga harta bendanya. "Dari awal banjir ya di rumah, ndak mengungsi. Di rumah gak ada orang. Alhamdulillah ini sudah surut, jadi lega," tandasnya.

Banjir di Dusun Beluk ini terjadi akibat luapan Sungai Avur Watudakon. Luapan akhir setidaknya menggenangi pemukiman warga, sawah hingga menutupi akses jalan utama desa. Jalan tersebut merupakan jalan alternatif Jombang-Mojokerto.

"Ada sebanyak 225 kepala keluarga atau hampir 900 jiwa yang mengalami kebanjiran selama 15 hari terakhir ini. Saat ini banjir mulai surut di wilayah pemukiman warga dan jalan desa. Namun masih menyisahkan 50 hektare lahan persawahan yang masih terendam banjir," kata Sustiyo.

Baca Juga : Ribuan Rumah Terendam Banjir, Sebagian Jember ‘Tenggelam’

Dijelaskan Sustiyo, surutnya banjir dikarena sampah yang menumpuk di penyaring sampah di Sungai Avur Watudakon telah dibersihkan. Ia juga meminta ke pemerintah setempat dan pihak Balai Besar Wilayah Brantas (BBWS) untuk melepas Trashcrak (penyaring sampah) yang jadi penghambat aliran air di Sungai Avur Watudakon.

"Di hari ke 15 ini Alhamdulillah air sudah mulai surut dan dengan cepat, itu mulai dari semalam. Itu ketika filter sampah dilepas, itu cepat turunnya (debit air banjir, red). Jadi Alhamdulillah yang selama ini kita asumsikan itu memang betul. Asumsi saya bahwa filter sampah itu hal fatal yang menyebabkan banjir," ujarnya.

Topik
Banjir Jombang bencana banjir jombang Berita Jombang Hari Ini Berita Jatim

Berita Lainnya