Barang bukti narkoba jenis sabu dan dua butir pil inex berhasil diamankan dari kedua tersangka (Foto: Humas Polres Sumenep for JatimTIMES)
Barang bukti narkoba jenis sabu dan dua butir pil inex berhasil diamankan dari kedua tersangka (Foto: Humas Polres Sumenep for JatimTIMES)

Satuan reserse narkoba (Satreskoba) Polres Sumenep menangkap Ibnoe Fajar (42), warga Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget dan Faizal Basri (37), warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Sumenep.

Keduanya ditangkap pada Selasa (12/01/2021) malam, sekitar pukul 22.55 WIB di dua tempat berbeda di Sumenep. Tersangka diamankan lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu dan pil inex.

Baca Juga : Jutaan Pil LL dan Bandar Diamankan, Polresta Malang Masih Buru Pelaku Lain

 

Dari tangan tersangka Ibnoe Fajar, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 6,34 gram dan dua butir pil inex seberat 0,72 gram beserta uang tunai Rp 500 ribu.

Sedangkan dari penangkapan terhadap tersangka Faizal Basri, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 0,53 gram.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan informasi warga kepada pihak kepolisian.

"Awalnya ada informasi warga. Saat kami melakukan penggerebekan di pinggir jalan Merpati Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, ternyata benar ditemukan sabu dan pil inex di tangan tersangka Ibnoe Fajar," katanya, Rabu (13/01/2021).

Kemudian dari hasil interogasi terhadap tersangka, kata Widiarti, polisi melakukan pengembangan dan berhasil membidik tersangka lain.

Baca Juga : Berprofesi Sebagai Penjual Sabu, Pria di Tulungagung Ditangkap Polisi

 

"Tersangka mengaku bahwa baru selesai transaksi. Akhirnya kami bergerak ke pinggir jalan saluran air di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, dan berhasil menangkap tersangka Faizal Basri," tegasnya.

Saat ini, sambung Widiarti, tersangka beserta barang bukti narkoba sudah diamankan di Mapolres Sumenep, guna pengembangan kasus dan proses hukum lebih lanjut.

"Tersangka akan disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," ucapnya.