Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Sebuah kisah datang dari seorang Yahudi yang memilih memeluk Islam setelah insiden pencurian baju perang milik Ali bin Abi Thalib. Kisah itu terjadi ketika Ali menjadi raja atau Khalifah umat muslim saat itu.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Ali pernah kehilangan baju perang dan tak ditemukan selama beberapa hari. Namun ketika ia berjalan-jalan di sebuah perkampungan, dia melihat baju perangnya tengah dijemur di depan sebuah rumah milik seorang Yahudi. Ali kemudian mengetuk pintu rumah orang Yahudi tersebut.

Baca Juga : Kisah Masuk Islamnya Perdana Menteri Romawi Saat Bertemu Umar bin Khattab

Ali bertanya, “Wahai Yahudi, itu baju perang di depan punya siapa?”

"Punya saya wahai Amirul Mukminin," kata orang Yahudi tersebut yang juga merasa terkejut didatangi oleh raja muslim saat itu.

"Tapi itu baju perang saya," kata Ali sembari menunjukkan beberapa bukti jika itu baju miliknya.

Sang Yahudi kembali menjawab, “Amirul Mukminin, sudah saya jawab, baju perang ini di rumah saya berarti punya saya.”

Lalu Ali mengajak orang tersebut ke pengadilan. Hal itu dilakukan meskipun Ali ketika itu memiliki kekuatan untuk mengambilnya langsung, karena dia seorang raja. Namun itu sangat tidak dianjurkan dan diajarkan dalam Islam, sehingga Ali tak mengambil langsung baju perang tersebut.

Sang Yahudi pun heran karena diajak ke pengadilan. Saat di tengah perjalanan menuju pengadilan, Ali pun menanyakan kabar sang anak, istri dan keluarga orang Yahudi tersebut. 

Itu membuat orang Yahudi lebih heran, karena tak sedikitpun rasa kebencian disampaikan Ali kepada Yahudi tersebut. Dia pun merasakan kagum.

Kemudian ketika masuk ke pengadilan, Ali bin Abi Thalib menyampaikan salam kepada seluruh muslim yang ada di pengadilan dan dijawab pula oleh umat muslim. 

Namun hal yang membuat orang Yahudi itu kembali kaget adalah tak satupun muslim yang berdiri menyambut Ali. Bahkan si hakim pun mempersilahkan Ali untuk antre di belakang. Ali pun tidak marah dan mengantre.

Lalu saat tiba giliran Ali dan orang Yahudi tersebut, sang hakim bertanya kepada Ali mengapa ia berada di pengadilan. Ali pun menjelaskan jika ia kehilangan baju perang, dan dia melihat jika baju perang ditemukan di depan sebuah rumah saat tengah dijemur. 

Ali yakin jika baju tersebut adalah miliknya. Lantaran memiliki beberapa bekas perang yang selama ini ada di baju Ali.

Baca Juga : Ditakuti, Ini Sahabat yang Bisa Membuat Para Istri Rasulullah SAW Terdiam

Hakim yang mengatasi masalah itu kemudian bertanya kepada si Yahudi, dan dijawab jika baju perang tersebut miliknya. Lalu sang hakim kembali bertanya apakah ada saksi jika itu baju milik Ali.

Ali menjawab jika istri dan anaknya paham dengan baju perang miliknya. Namun sang istri, yaitu Fatimah telah meninggal. Sedangkan pengadilan saat itu melarang anak-anak menjadi saksi untuk orang tua.

"Ada yang lain?" tanya hakim kepada Ali.

"Tidak ada," jawab Ali.

Maka sang hakim berkata, “Ya Amirul Mukminin, kalau begitu saya putuskan baju perang ini milik Yahudi.”

"Baiklah kalau begitu," jawab Ali tanpa sedikitpun ada kemarahan.

Sang Yahudi pun merasa kaget dengan keadilan yang diberikan tersebut. Dalam kondisi itu, sang Yahudi kemudian mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Ali dan sang hakim. 

Ali kaget dan bertanya alasan ia masuk Islam. Maka sang Yahudi itu mengaku jika ia telah mencuri baju perang Ali beberapa hari sebelumnya. Dia masuk Islam lantaran keadilan dan kebenaran yang diajarkan dalam Islam.