Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika gowes di Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika gowes di Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Ketika berada di Lumajang, pada hari ini, Minggu (27/9) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pandemi Covid-19 tidak ada yang bisa memastikan kapan akan berakhir penyebarannya.

Sementara roda ekonomi harus tetap bergerak, maka masyarakat diharapkan tetap menggunakan masker dalam beraktivitas sehari-sehari, sehingga  diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di Jawa Timur.

Baca Juga : Penjualan Turun 75 Persen, Pedagang Pasar Besar Kota Malang Gelar Doa Bersama

"Pandemi Covid-19 ini tidak ada yang bisa memastikan kapan akan berakhir penyebarannya. Oleh karenaitu mari gunakan masker, tidak hanya pakai masker, namun harus menggunakan masker yang aman dan benar. Bukan sekedar pakai masker," kata Khofifan Indar Parawansa, begitu sampai di Pendopo Bupati Lumajang.

Gubernur Jatim juga mengatakan angka aktiv Covid-19 di Jawa Timur saat ini, masih berada posisi terendah dari dibandingkan dengan empat propinsi padat penduduk lainnya di pulau Jawa, yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Angka kesembuhan Covid-19 di Jawa Timur juga yang tertinggi dibandingkan dengan propinsi lain di Jawa. Angkanya kesembuhan Covid-19 di Jatim mencapai 83 persen, atau 9 persen diatas rata-rata nasional," jelas Gubernur Jatim kemudian.

Gubernur Jatim juga mengatakan, Jawa Timur memiliki 127 rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga : Hadapi Pandemi, Ketua Dewan Pers Minta Media Tumbuhkan Optimisme di Masyarakat

Sampai berita ini kami turunkan, Gubernur Jawa Timur masih berada di Lumajang, dan sore ini rencananya akan melakukan panen kelengkeng di desa Wonogriyo Kecamatan Tekung, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Jember.