Bupati Salwa dan Wabup Irwan saat acara peluncuran dan bimbingan teknis (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Bupati Salwa dan Wabup Irwan saat acara peluncuran dan bimbingan teknis (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

Sejak diluncurkan Desember 2019 lalu, layanan Tanggap dan Peduli Masyarakat Miskin (Tape Manis) besutan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, terbilang sukses sebagai ruang aduan masyarakat.

Hal ini terlihat dari banyaknya keluhan masyarakat di Kabupaten Bondowoso melalui Tape Manis. Baik terkait bidang kesehatan, pendidikan, sosial maupun ekonomi yang dialami warga Bondowoso.

Baca Juga : Jangan Lupa Pakai Masker, Bondowoso Mulai Terapkan Sanksi Denda Besok

Dari berbagai bidang itu, pengaduan di bidang kesehatan menjadi yang paling banyak disampaikan. Tercatat, pemohon bidang kesehatan di layanan Tape Manis sebanyak 844 orang, sejak Desember 2019 lalu.

"Iya, paling banyak bidang kesehatan. Ada 844 pengaduan semuanya keluhan terkait kesehatan," kata Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat, saat peluncuran dan bimbingan teknis pemanfaatan keterhubungan aplikasi Tape Manis versi android dalam layanan pengaduan masyarakat miskin, Selasa (15/9/2020).

Selain melayani keluhan masyarakat di bidang kesehatan, bidang lain seperti pendidikan, sosial, ekonomi juga bisa ditampung. Walaupun, hingga saat ini keluhan itu bisa dikatakan tak sebanyak di bidang kesehatan.

"Kalau bidang lain tidak banyak. Rumah tidak layak huni, ada 2 aduan PKH dan 12 UMKM,"  ujar Irwan.

Dengan banyaknya jumlah pengaduan yang masuk di bidang kesehatan, Irwan memastikan sejumlah aduan tersebut telah diatasi dan ditindaklanjuti. Oleh sebab itu ia mengucapkan banyak terimakasih atas respon dan kerja baik dari seluruh pihak utamanya dari Dinas Kesehatan.

"Terimakasih pihak rumah sakit dan Dinkes yang telah merespon dengan cepat," tandasnya.

Baca Juga : Banyak Dikeluhkan, Dinas PUPRPKP Kota Malang Tambah 56 Titik Jalan Ditambal

Untuk informasi, program Tape Manis merupakan upaya Pemkab Bondowoso dalam membantu masyarakat miskin yang belum tercover dalam jaminan kesehatan hingga pendidikan. Serta untuk menurunkan angka kemiskinan yang ditargetkan mencapai 1 digit di akhir era kepemimpinan Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rahmat.