Bupati Lumajang H. Thorqul Haq ketika bertemu dengan petani (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Bupati Lumajang H. Thorqul Haq ketika bertemu dengan petani (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Memanfaatkan hari libur kantor, pada hari Sabtu (5/9) kemarin Bupati Lumajang H.Thoriqul Haq berkeliling sejumlah desa di Lumajang untuk bertemu langsung dengan para petani. Dengan menggunakan motor, Bupati Lumajang bertemu petani padi, jagung dan komuditas lainnya.

Dalam pertemuan dengan sejumlah petani ini, Bupati Lumajang mengaku menerima keluhan soal pupuk dari para petani.

Baca Juga : Gairahkan Pariwisata, Kemenparekraf dan Bupati Malang Luncurkan Gerakan BISA di Kabupaten Malang

"Saya mendapatkan keluhan soal pupuk. Dan langsung saya sikapi. Besok (senin=red), kita berkirim surat ke Petrokimia dan Pupuk Katim untuk segera mendistribusikan pupuknya untuk Kabupaten Lumajang," kata Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.

Sementara menyinggung soal murahnya sejumlah komiditi pertanian, Bupati Lumajang mengakui bahwa saat ini sejumlah komiditi harganya cukup murah dan kurang menguntungkan para petani di Lumajang.

"Memang sekarang ini harga sejumlah komiditi petani kurang menguntungkan petani. Bisa jadi karena suplay tinggi dan kebutuhannya menurun," jelas Bupati kemudian.

Hal lain yang disampaikan Bupati Lumajang terkait dengan hasil bertemu dengan petani langsung, adalah soal hama.

"Hama tikus memang masih cukup merugikan petani kita. Kalau untuk tikus kalau hanya menggunakan obat (pestisida) agak sulit. Makanya saya mencoba usaha untuk menghidupkan ekosistem dengan menghadirkan burung hantu di area pesawahan. Kita bantu burung hantunya nanti," kata Bupati Lumajang lagi.

Baca Juga : Masih Ada Lansia Telantar, Bupati Jember Minta Masyarakat Ikut Peduli

Dengan adanya burung hantu, menurut Bupati Lumajang akan bisa mengurangi tikus di areal pertanian. Karena burung hantu itu biasanya makan tikus di lahan pertanian.

"Asal jangan ditembak burung hantunya, sehingga bisa mengurangi hama tikus," ujarnya kemudian.