M.Saiful Bahar, Dosen Politik Universitas UIN Surabaya (Muhlis/jatimtimes)
M.Saiful Bahar, Dosen Politik Universitas UIN Surabaya (Muhlis/jatimtimes)

Terpilihnya Ady Kriesna secara aklamasi dalam Musda Partai Golkar Bondowoso di Surabaya beberapa waktu lalu dipastikan bakal melahirkan generasi politik yang akan mampu membawa angin perubahan di tubuh partai berlambang pohon beringin. 

Dosen Politik Universitas UIN Surabaya, M.Saiful Bahar meyakini Ady Kriesna mampu membawa nahkoda Golkar ke arah yang lebih baik. "Komposisi Ady Kriesna sebagai ketua dan Kukuh Raharjo sebagai sekretaris menunjukkan kedewasaan berpolitik Golkar. Perpaduan ini menunjukkan kedewasaan politik," ujarnya.

Baca Juga : Deklarasi Pertengahan Agustus, Sanusi Jalin Komunikasi dengan Lintas Ormas dan Parpol

Menurut Bahar, Golkar telah berhasil mengkonsolidasi kader. Bahkan Ady Kriesna dan Kukuh memiliki akar rumput yang solid. "Ketika Golkar bisa menyandingkan keduanya, itu berarti golkar telah berhasil melakukan konsolidasi internal," ujarnya.

Golkar, kata Bahar, mendapatkan keuntungan karena dipimpin oleh dua anak muda yang memiliki pengalaman politik cukup baik.  " Mereka bukan hanya muda tapi memiliki pengalaman. Dua periode mereka menjadi anggota politik di mana jejak politiknya di DPRD sangat cemerlang," lanjutnya.

Bahar menyarankan agar Golkar Bondowoso nanti harus mampu menyesuaikan dengan  peta politik lokal. Golkar Bondowoso tidak boleh melakukan cerminan politik pusat atau nasional dalam konteks Bondowoso, maka Golkar harus membuka diri. 

"Dua orang ini, Kriesna maupun Kukuh bukan alumni pesantren. Maka kalau Golkar ingin lebih besar, harus mau bersinergi dengan alumni pesantren agar menjadi bagian dari Golkar, sehingga nantinya Golkar lebih bisa diterima,"ujarnya.

Hampir  bisa dipastikan, selama ini, pemilih golkar itu bukan pemilih militan. Bukan memilih karena partai, melainkan pemilih personal. "Saya kira bukan hanya Golkar ya. Tapi dalam konteks di Bondowoso, orang memilih Kriesna, bukan karena Golkarnya. Orang memilih Kukuh di Kota, bukan karena Golkar nya tapi karena personal Kukuh," jelasnya.

Maka agar orientasi itu tidak perorangan, salah satunya adalah merangkul alumni pesantren.

Baca Juga : Dewan Banyuwangi Bentuk Tiga Pansus Lanjutkan Pembahasan 3 Raperda

Selama ini, Golkar dan PKB Bondowoso memiliki kesamaan visi sehingga dalam setiap momen, kedua parpol ini selalu menjadi satu paket koalisi di parlemen. Tidak hanya partai, namun kedekatan personal antara ketua DPC PKB dan Ketua DPD Golkar saat itu cukup dekat. 

Bahkan termasuk Ady Kriesna memiliki kedekatan yang teramat baik dengan ketua DPC PKB, H. Ahmad Dafir yang sudah sekian periode menjabat ketua DPRD.

“Oleh karena itu, pemerintahan saat ini harus segera melakukan pendekatan politik dan segera merapat ke Golkar. Ini penting dilakukan karena Golkar memiliki posisi strategis di parlemen,” pungkasnya.