Ratusan warga saat protes dan memenuhi balai desa Wringinagung Jombang (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Ratusan warga saat protes dan memenuhi balai desa Wringinagung Jombang (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Ratusan warga di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, geruduk balai desa setempat, Sabtu (1/8/2020). Kedatangan ratusan warga ini ingin mempertanyakan kejelasan informasi 4 warganya yang disebut suspect Covid-19 dan dibawa tim medis ke rumah sakit.

Tak hanya 4 warga, tim medis juga akan kembali membawa warga lainnya.

Baca Juga : Resepsi Pernikahan Diperbolehkan, Asalkan Warga Kota Batu Lakukan Ini

Hal inilah yang membuat ratusan warga 'menyerbu''  balai desa untuk mempertanyakan informasi terkait nasib warganya yang telah dibawa. Sekaligus untuk memberikan ketenangan warga lainnya yang resah atas kejadian itu.

“Kami hanya ingin minta penjelasan. Bagaimana kondisi warga kami yang sudah 20 hari lalu dibawa ke rumah sakit. Kok sekarang tiba-tiba mau membawa lagi. Jangan membuat warga kami resah, dan jangan menutup informasi ini. Saya hanya ingin tahu kondisi 4 warga kami, apalagi mereka satu keluarga,” ujar Ponidi yang juga ketua RW saat mewakili ratusan warga yang datang ke balai desa.

Ponidi menambahkan, aksi yang ia lakukan ini sebagai bentuk untuk memberikan rasa tenang kepada warganya terkait daerahnya yang di lockdown setelah pada tanggal 9 dan 16 juli lalu, 4 warga yang masih dalam satu keluarga di jemput tim medis dari RS. Soebandi dan RS. Jatiroto, karena diduga suspect Covid-19.

“Saya khawatir saja, karena ada warga kami yang lain dan masih tetangga dengan yang sudah di bawa ke rumah sakit juga tidak ada penjelasan. Makanya kami tanya dulu hasil dan kondisi warga kami yang sudah lebih dulu di bawa tim medis. Informasi yang saya dengar dari tim medis positif, tapi dari yang dirawat menyampaikan ke kami kondisi sehat dan segar bugar, ini kan repot,” beber Ponidi.

Sementara dr. Agus Yudi pihak medis dari Puskesmas Jombang saat dikonfirmasi media ini terkait persoalan tersebut mengatakan, hasil test swab untuk warga Desa Wringinagung sudah diinformasikan kepada pihak pasien secara langsung. 

“Saya sudah menanyakan ke pihak rumah sakit, bahwa informasi tersebut sudah disampaikan secara langsung ke pasien secara lisan. Karena memang pasien di ruang isolasi, tim yang menyampaikan tidak boleh membawa barang apapun, termasuk kertas, karena dikhawatirkan akan menular di luar. Karena penyampaiannya di dalam. Mungkin pihak keluarg kurang puas dengan penjelasan dari pihak rumah sakit,” ujar Yudi.

Mengenai apakah keluarga yang di luar rumah sakit sudah mendapatkan penjelasan, Yudi tidak bisa memastikan, apakah hal ini sudah disampaikan ke pihak keluarga pasien.

Baca Juga : Undangan Hajatan di Lumajang, Disertai Dengan Anjuran Pakai Masker

“Yang saya tahu, kalau masih di rumah sakit, memang pasien belum boleh keluar, sampai hasil swab nya keluar. Kalau nanti sudah keluar, dan pasien dinyatakan bebas covid-19, tentu akan diijinkan pulang,” bebernya.

Ketika ditanya soal warga yang akan dibawa lagi untuk menjalani isolasi, Yudi membantah. Dirinya menegaskan bahwa kedatangan tim medis ke Desa Wringinagung adalah untuk melakukan test swab kepada tetangganya yang sudah kontak langsung dengan pasien.

“Kalau membawa warga lagi tidak ya. Kami hanya akan melakukan test swab kepada tetangganya yang kontak erat dengan pasien. Tapi kalau mereka menolak ya gak apa-apa, karena kami hanya menjalankan tugas,” pungkasnya.