Lokasi Pekerja Jatuh dari Atap Pasar Induk Among Tani Ditaburi Bunga
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
20 - Aug - 2025, 08:29
JATIMTIMES - Garis polisi masih mengelilingi area setelah seorang pekerja proyek bernama Agung Subagio asal Pakisaji, Kabupaten Malang, meninggal dunia usai terjatuh saat memperbaiki talang air yang jebol dari atap Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Selasa (19/8/2025).
Selain itu, taburan bunga berwarna hijau, putih, dan merah bertabur di atas lantai posisi korban berusia 40 tahun itu terjatuh. Kondisi ini mengundang banyak pengunjung yang penasaran lokasi kejadian.
Meski demikian, mereka yang penasaran hanya sekadar lewat, melihat dan bergegas pergi. Walaupun garis polisi mengelilingi lokasi tersebut, beberapa tempat sampah berada di dekat taburan bunga.
Tempat sampah memang sebelumnya sudah di lokasi tersebut, untuk mengantisipasi kebocoran dari talang yang tampak sudah rapuh dan berlubang. Terlebih pasca-kejadian nahas itu, lubang talang semakin membesar membuat guyuran air hujan deras keluar saat hujan turun.
Sebelumnya, setiap hujan turun, kebocoran talang terhindarkan. Karena itu, korban bersama rekannya yang berstatus buruh harian lepas di PT Malka Malang memperbaiki talang air di pasar yang dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 166 miliar itu.
“Kalau bocor, ya sudah langganan di sini. Sudah lama. Tiap kali hujan, pasti bocor. Makanya ditaruh tempat sampah itu untuk menampung air biar airnya gak bajnir ke kios,” ungkap salah satu pedagang di zona 7 yang enggan disebutkan namanya, Rabu (20/8/2025).
Hanya, dia tidak mengetahui siapa yang menaburkan bunga tersebut. Menurutdia, saat datang sejak pagi, sudah mendapati taburan bunga tersebut.
Untuk diketahui, kejadian nahas dialami Agung Subagio (40) yang terjatuh dari atap Pasar Induk Among Tani saat perbaikan talang air. Korban meninggal saat perjalanan ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga : Pemkab Bondowoso Pastikan BLT DBHCHT Tepat Sasaran, 7.556 Buruh Tembakau Terima Bantuan
Di lokasi kejadian tidak didapati adanya darah. Diduga korban mengalami luka dalam.
Dalam penyelidikan yang dilakukan Polres Batu, terungkap peristiwa itu dipicu kelalaian dalam penggunaan alat bantu pengaman.
Sedangkan pihak pedagang berinisiatif untuk melakukan doa bersama atau tahlilan selama tujuh hari sebagai wujud belasungkawa serta membuka penggalangan dana untuk keluarga korban.
