Ribuan Santri Ponpes Walisongo Gelar Upacara Ke-80 RI, KHR Kholil As’ad Ajak Syukuri Kemerdekaan

17 - Aug - 2025, 12:37

Santri Ponpes Walisongo Situbondo saat mengibarkan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/08/2025). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Ribuan santri Pondok Pesantren Walisongo, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/08/2025).

Upacara yang digelar khidmat di halaman Pondok Pesantren Walisongo ini dihadiri langsung oleh pengasuh Ponpes Walisongo KHR Muhammad Kholil As’ad, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, serta sejumlah tokoh agama dan undangan lainnya.

Baca Juga : Surabaya Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Wali Kota Eri Ajak Warga Maknai Kemerdekaan

Rangkaian upacara berjalan dengan penuh semangat kebangsaan. Santri membacakan teks proklamasi, teks Pancasila, serta pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Tidak hanya itu. Momen istimewa ini juga diisi dengan pembacaan Deklarasi Nahdlatul Ulama yang semakin menegaskan peran pesantren dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Dalam tausiahnya, KHR Muhammad Kholil As’ad menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah anugerah besar dari Allah SWT melalui perjuangan para pahlawan, termasuk para kiai dan santri yang telah rela mengorbankan jiwa raganya. 

“Lewat para pejuang dan para kiai yang telah gugur melawan penjajah Belanda, dengan izin Allah SWT, kemerdekaan ini berhasil diraih. Untuk itu, mari kita selalu ingat dan syukuri jasa mereka,” ucap KHR Muhammad Kholil As’ad, putra Pahlawan Nasional KHR As’ad Syamsul Arifin.

Lebih lanjut, KHR Muhammad Kholil As’ad mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Situbondo, untuk menyempurnakan kemerdekaan dengan sikap saling menghargai dan saling melengkapi. 

“Allah SWT menciptakan Indonesia dengan berbagai suku agar kita saling mengerti, saling menjaga, dan saling menyempurnakan. Hubungan antarsesama tidak boleh diwarnai kecurangan. Begitu juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pesan beliau.

Menurut dia, apabila nilai kebersamaan ini dijaga, maka kesejahteraan bersama akan lebih mudah tercapai. Ia menekankan pentingnya menjadikan kemerdekaan sebagai pintu menuju kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.

KHRnMuhammad Kholil As’ad juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. 

Baca Juga : Serahkan Remisi Bersama Karutan, Bupati Mas Rio: Penjara Bukan Satu-satunya Jalan, Perlu Kearifan Lokal

“Semoga kita semua bisa menjaga hasil perjuangan ini, dan semoga Allah SWT memberikan derajat yang tinggi kepada para syuhada kemerdekaan,” ucapnya penuh haru.

Tak hanya diisi dengan upacara bendera dan tausiah kebangsaan, peringatan HUT Ke-80 RI di Ponpes Walisongo juga dimeriahkan dengan penampilan teatrikal santriwati yang mengisahkan perjuangan Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia dalam melawan penjajahan Belanda di Aceh.

Sementara itu, para santri putra turut memperagakan Resolusi Jihad yang dicetuskan para ulama, menegaskan kembali betapa besar peran pesantren dalam menjaga keutuhan bangsa dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat kebangsaan dan religius, mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai keislaman dan semangat nasionalisme yang telah diwariskan para kiai dan pejuang kemerdekaan. Peringatan di Ponpes Walisongo Situbondo ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk terus merawat dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.