Kiai Musta'in Dipolisikan, KPK NU Deklarasi Dukungan di Makam Pendiri NU
Reporter
Adi Rosul
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
26 - Aug - 2026, 06:54
JATIMTIMES - Relawan KPK NU menggelar deklarasi mendukung Pengasuh Pondok Pesantren Madrosatul Qur’an (MQ) Tebuireng, Jombang KH Musta’in Syafi’ie. Dukungan tersebut untuk membela Kiai Musta'in yang dipolisikan tim kuasa hukum Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar.
Deklarasi relawan KPK NU dilakukan di makam pendiri NU KH Wahab Hasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Deklarasi ini diawali dengan tawassul di makam Mbah Wahab sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu pendiri NU sekaligus memohon keberkahan dan kelancaran kegiatan.
Baca Juga : Haul ke-626 Syekh Maulana Malik Ibrahim, UIN Maliki Malang Dorong Penguatan Daya Saing Perguruan Tinggi
Koordinator deklarasi Solihin mengatakan, dukungan tersebut muncul sebagai respons atas somasi dari tim kuasa hukum Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar serta laporan ke Bareskrim Polri. Laporan itu terkait dugaan pencemaran nama baik atas materi ceramah yang disampaikan Kiai Musta'in.
"Bagi kami, narasi Kiai Musta'in adalah refleksi yang semestinya diterima sebagai pengingat oleh pengurus PBNU. Ini soal standar moral seorang Rais Aam dan soal bagaimana NU kembali kepada kesederhanaan yang diwariskan para muassis," ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/08/2026).
Solihin menyayangkan laporan yang dilayangkan ke Bareskrim Polri. Sebab menurutnya, pernyataan Kiai Musta'in sebaiknya dinilai sebagai kritik moral terhadap arah kepemimpinan organisasi. Bukan semata-mata sebagai serangan personal.
"Bagaimana mungkin sebuah gerakan moral, pengingat akhlak, dan pesan untuk menjaga marwah NU justru dianggap mencemarkan nama baik. Justru dengan dilaporkannya Kiai Musta'in, kami semakin yakin bahwa pesan tentang pentingnya menjaga moralitas dan marwah NU harus terus disuarakan," ucapnya.
Baca Juga : Aksi Demo 27 Agustus 2026 dapat Banyak Dukungan, dari Keluarga Gus Dur hingga Aktivis Ferry Irwandi
Dari kompleks makam Mbah Wahab, Solihin juga menyampaikan pesan khusus kepada jajaran PWNU dan PCNU agar ikut menjaga pelaksanaan Muktamar NU. Menurutnya, forum tertinggi organisasi tersebut jangan sampai berubah menjadi arena politik transaksional yang mencederai nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU.
"Kami meminta kepada PWNU dan PCNU, tolong jaga Muktamar NU ini. Jangan jadikan Muktamar sebagai ajang politik transaksional. Malu kepada Mbah Wahab. Malu kepada para muassis yang membangun NU dengan keikhlasan, perjuangan, dan pengorbanan," pungkasnya.(*)
