Membuka Pasar Lebih Luas dan Mendengarkan Aspirasi: PNM Sediakan Ruang Tumbuh bagi Pengusaha Malang
08 - Aug - 2026, 06:24
Malang, 8 Agustus 2026 – Bagi Pengusaha ultra mikro, bertumbuh tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Kesempatan sederhana untuk memajang produk di bazaar dapat membuka pasar baru, konsultasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dapat membawa usaha menuju legalitas yang lebih kuat, sementara akses informasi rekrutmen bagi keluarga nasabah dapat membuka peluang ekonomi baru di dalam rumah tangga. Pendekatan inilah yang dihadirkan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam kegiatan pemberdayaan di Malang, dengan mempertemukan nasabah pada berbagai akses yang dapat menunjang kehidupan mereka. Pemberdayaan pun tidak berhenti pada pembiayaan dan pengembangan usaha, tetapi ikut menyentuh pengetahuan, kesempatan kerja, hingga masa depan keluarga.
Ruang pemberdayaan tersebut turut menghadirkan Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo dalam dialog dan literasi ekonomi bersama masyarakat. Kehadirannya membuka ruang bagi pelaku usaha akar rumput untuk tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga menyampaikan langsung pengalaman, kebutuhan, dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha. Di saat yang sama, produk-produk nasabah PNM Mekaar mendapat kesempatan untuk diperkenalkan melalui bazaar, sementara layanan konsultasi NIB dan informasi peluang rekrutmen PNM bagi keluarga nasabah melengkapi kegiatan tersebut. Pertemuan ini menjadi ruang dua arah: masyarakat memperoleh akses pengetahuan, sementara berbagai suara dari tingkat akar rumput dapat didengar sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi Malang.
Baca Juga : Nasim Khan Kawal Keluhan Masyarakat Situbondo soal Akses Perbankan
Salah satu nasabah PNM Mekaar yang mengikuti kegiatan, kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membuat usahanya terus berkembang. Ia berharap suatu hari dapat mengikuti jejak nasabah-nasabah lain yang berhasil meningkatkan usahanya hingga mendapatkan apresiasi berupa reward umrah dari PNM. “Dulu saya tidak membayangkan usaha yang saya jalankan bisa membawa banyak perubahan dalam kehidupan keluarga. Saya belajar pelan-pelan, dari mengelola usaha sampai berani menawarkan produk ke lebih banyak orang. Terima kasih PNM karena sudah menjadi bagian dari perubahan hidup saya. Saya juga punya mimpi, semoga suatu hari bisa berkembang seperti ibu-ibu lainnya dan mendapat kesempatan berangkat umrah. Itu akan menjadi hadiah yang sangat berarti dari perjalanan usaha ini,” ungkapnya.
Andreas Eddy Susetyo menilai penguatan ekonomi masyarakat prasejahtera membutuhkan kehadiran berbagai pihak yang mampu membuka akses sekaligus mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung. “Masyarakat akar rumput memiliki semangat dan potensi yang besar. Yang dibutuhkan adalah akses, informasi, pendampingan, dan ruang agar usaha mereka dapat terus berkembang. Kehadiran PNM di tengah masyarakat prasejahtera menjadi penting karena manfaat pemberdayaan dapat menyentuh bukan hanya usaha, tetapi juga keluarga dan kesempatan mereka untuk memiliki kehidupan yang lebih baik,” ujar Andreas.
Sementara itu, Husein, Sekretaris Perusahaan PNM menyampaikan bahwa pemberdayaan PNM diarahkan untuk menciptakan lebih banyak pintu pertumbuhan bagi nasabah. “Kami ingin nasabah tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga memiliki akses untuk memperkenalkan produknya, menguatkan legalitas usaha, memperoleh pengetahuan, bahkan membuka peluang bagi anggota keluarganya. Ketika satu akses terbuka, kami berharap akan lahir kesempatan-kesempatan berikutnya yang membuat keluarga semakin berdaya,” ujar Husein.
