Program Migrant Center Masih Tahap Penyelesaian Regulasi, Wabup Lathifah Harap Tahun 2026 Bisa Terlaksana
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
26 - Jun - 2026, 11:14
JATIMTIMES - Program migrant center dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI yang menjadikan Kabupaten Malang sebagai pilot project karena potensi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sangat tinggi, saat ini masih dalam tahap proses penyelesaian regulasi.
Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib. Pejabat perempuan yang akrab disapa Lathifah itu mengatakan, bahwa dalam tahap proses penyelesaian regulasi pembangunan migrant center, pihak Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB).
"Beberapa saat yang lalu Pak Deputi kan datang ke Malang. Sebelum ketemu saya di ruang kerja, beliau ke Universitas Brawijaya. Jadi beliau akan bermitra dengan Universitas Brawijaya untuk pendampingan dan (regulasi) sedang disusun. Insyaallah sebentar lagi kalau sudah selesai, pelaksanaan migrant center langsung dilaunching," ungkap Lathifah kepada JatimTIMES.com.
Lathifah menyebut, kerja sama yang dijalin oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI dengan UB bertujuan agar di kemudian hari tidak terdapat kendala-kendala pelaksanaan, utamanya terkait dengan regulasi.
"Karena Pak Deputi bilang kami tidak ingin nanti menghadapi kendala terkait regulasi. Jadi kalau ini nanti diberlakukan atau dilaksanakan semuanya, utamanya terkait regulasi itu clean and clear. Makanya kerja sama dengan perguruan tinggi itu tujuannya untuk mengkaji regulasi-regulasi," ujar Lathifah.
Perempuan yang sebelumnya duduk sebagai Anggota DPR RI ini mengatakan, bahwa sampai saat ini untuk sementara waktu pihak Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI hanya menjalin kerja sama dengan UB terkait pelaksanaan program migrant center.
"Sementara hanya dengan Universitas Brawijaya. Nanti untuk Universitas Kepanjen itu kerja sama di pelatihannya mungkin. Karena Universitas Kepanjen sudah bekerja sama dengan Pemerintah Jepang untuk pengiriman para alumni untuk magang kerja di Jepang," kata Lathifah.
Baca Juga : Diedarkan Mulai 1 Juli 2026, Berapa Harga BBM B50? Ternyata Pemerintah Masih Siapkan Formula Penetapan
Disinggung mengenai target peluncuran program migrant center di Kabupaten Malang, Lathifah mengaku tidak memiliki kewenangan terkait hal tersebut. Pasalnya, migrant center tersebut merupakan program dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI yang menempatkan Kabupaten Malang untuk pilot project nasional.
"Kalau saya berharap di tahun 2026 ini sudah launching. Karena waktu itu kan Menko PM di tahun 2025 menyampaikan itu. Jadi harapannya di tahun 2026 sudah launching," pungkas Lathifah.
