Harga Emas Turun, Warga Kota Malang Pilih Investasi Aman di Tengah Krisis Global
Reporter
Hendra Saputra
Editor
A Yahya
30 - Mar - 2026, 01:41
JATIMTIMES - Ketidakpastian geopolitik global akibat perang dan krisis politik memberi dampak signifikan terhadap pergerakan harga emas. Di tengah situasi tersebut, emas tetap menjadi primadona sebagai instrumen investasi safe haven yang dinilai aman dan stabil dalam jangka panjang.
Fenomena ini terlihat di Kota Malang. Sejumlah warga mulai memanfaatkan penurunan harga emas sebagai momentum untuk berinvestasi, salah satunya Regina, pelanggan toko emas di kawasan Pasar Besar.
Baca Juga : Atap Tiga Kelas SMKN 1 Ampelgading Ambruk, DPRD Jatim Desak Perbaikan Cepat
Regina mengaku menggunakan sebagian uang Tunjangan Hari Raya milik anaknya untuk membeli emas. Keputusan itu diambil karena harga emas saat ini dinilai lebih terjangkau dibanding sebelumnya.
“Tujuannya pertama investasi dan mengajari anak menabung. Jadi gak harus dapat uang sekarang langsung dapet. Karena investasi di emas antam cenderung meningkat. Ini saya beli pas harga turun, tapi mengingat krisis geopolitik saat ini sepetinya emas susah untuk turun. Bahkan untuk tabungan kuliah anak juga pakai investasi emas,” kata Regina.
Menurutnya, emas memiliki nilai yang relatif stabil serta mampu melindungi aset dari inflasi maupun dampak krisis global. Hal ini membuatnya semakin yakin menjadikan emas sebagai pilihan investasi jangka panjang.
Tren serupa juga diakui oleh pramuniaga toko emas Bulan Purnama, Faisal. Ia menyebut minat masyarakat terhadap emas masih tinggi, terutama sebagai instrumen tabungan masa depan yang dianggap lebih aman. “Untuk saat ini harga antam di website kami sekitar Rp 3.154.000 per gramnya untuk cetakan tahun 2026. Harganya sedang turun dan saatnya untuk beli emas,” ujar Faisal.
Baca Juga : Penyerahan CSR Bank Jatim Peduli Beasiswa 1.000 Sarjana Tahun 2025 kepada Pemkot Batu
Ia menjelaskan, kondisi geopolitik global turut memengaruhi fluktuasi harga emas. Sebelumnya, harga emas Antam sempat berada di kisaran Rp 3,5 juta per gram, namun kini turun menjadi sekitar Rp 3,145 juta per gram.
Penurunan tersebut justru dimanfaatkan masyarakat untuk membeli emas sebagai langkah mengamankan nilai aset. Dengan prospek yang dinilai tetap kuat, emas masih menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
