Tren Baju Lebaran 2026 di Malang: Warna Butter Yellow dan Gaya Glamour Jadi Favorit

11 - Mar - 2026, 11:55

Tampilan busana berwarna butter yellow. (Foto: pinterest)

JATIMTIMES - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, tren busana Lebaran di Kota Malang mulai terlihat. Jika beberapa tahun terakhir warna sage sempat menjadi favorit, kini tren tersebut mulai bergeser. Tahun ini, warna kuning lembut atau butter yellow justru menjadi pilihan paling diminati masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh Owner Yovita Wedding sekaligus desainer dan produsen baju Lebaran, Yovita As Salamah. Ia mengatakan bahwa sebagian besar pelanggan yang memesan baju Lebaran tahun ini memilih warna kuning yang menyerupai warna nastar.

Baca Juga : Daftar Lengkap Pemain One Piece Season 2, Petualangan Luffy di Grand Line Dimulai

“Di tahun ini yang lagi hits itu butter yellow, jadi warna kuning yang lembut seperti warna nastar. Banyak customer yang minta warna itu untuk baju Lebaran mereka,” ungkap Yovita.

Menurutnya, tren warna selalu berubah dari tahun ke tahun. Warna sage yang sempat populer pada 2023 hingga 2024 kini sudah jarang diminati. Banyak pelanggan justru menghindari warna tersebut karena dianggap sudah menjadi tren lama.

“Kalau sage sekarang sudah hampir tidak ada yang order. Biasanya customer bilang itu warna tahun kemarin, jadi takut terlihat ketinggalan tren,” jelasnya.

Tak hanya dari segi warna, gaya busana Lebaran juga mengalami perubahan. Yovita mengatakan tren busana Lebaran 2026 cenderung mengarah pada model yang lebih glamor, bahkan menyerupai busana pesta.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya baju Lebaran cenderung simple dan nyaman untuk dipakai seharian, tapi tahun ini banyak yang minta model yang lebih glamor. Banyak yang pilih bahan brokat dengan payet, jadi kelihatan lebih mewah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tren tersebut juga dipengaruhi oleh gaya busana yang sedang viral di media sosial, salah satunya model gamis dengan lapisan outer brokat yang cukup mencolok.

“Sekarang ada tren gamis dengan outer brokat yang cukup heboh. Banyak customer yang datang dengan referensi dari media sosial, jadi modelnya lebih ke arah glamor,” ujarnya.

Meski demikian, Yovita tetap mengingatkan bahwa kenyamanan tetap menjadi faktor penting dalam memilih busana Lebaran, mengingat pakaian tersebut akan dikenakan sepanjang hari saat bersilaturahmi.

Baca Juga : Truk Sayur Hilang Kendali usai Gagal Nanjak di Pandanrejo Batu, hingga Terguling Sejauh 50 Meter

Selain tren desain, Yovita juga mengungkapkan bahwa pemesanan baju Lebaran biasanya sudah dimulai jauh sebelum bulan Ramadan. Bahkan sebagian pelanggan sudah memesan sejak tiga hingga empat bulan sebelumnya.

“Biasanya customer sudah taruh kain tiga sampai empat bulan sebelum puasa karena takut tidak kebagian slot jahit. Lebaran itu momen penting, jadi mereka ingin memastikan bajunya selesai tepat waktu,” jelasnya.

Dari seluruh pesanan yang masuk, sekitar 80 persen di antaranya merupakan family set atau baju seragam untuk keluarga. “Kalau Lebaran sekitar 80 persen itu family set. Jadi satu keluarga pesan dengan warna dan desain yang senada,” tambah Yovita.

Hanya saja, seluruh proses pembuatan baju di tempatnya dilakukan secara handmade dengan pengukuran detail agar hasilnya pas saat dikenakan. Untuk menjaga kenyamanan pelanggan, pihaknya juga menyediakan sesi fitting atau penyesuaian ukuran sebelum baju diselesaikan.

“Kami juga ada fitting. Jadi kalau sudah jadi bisa dicoba dulu, kalau sedikit kebesaran atau kekecilan masih bisa disesuaikan,” imbuhnya.

Yovita berharap tren busana Lebaran tahun ini dapat memberikan warna baru bagi masyarakat, sekaligus membuat momen Hari Raya semakin berkesan. “Yang penting tetap nyaman dipakai, tapi juga bisa tampil cantik dan percaya diri saat Lebaran,” tutupnya.