Personel Gabungan Turun, Operasi Pekat Semeru 2026 Fokus Berantas Penyakit Masyarakat

25 - Feb - 2026, 10:19

Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Demi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, Polresta Malang Kota menggelar Operasi Pekat Semeru 2026. Operasi ini dilaksanakan selama 12 hari, terhitung mulai 25 Februari hingga 8 Maret 2026, dengan melibatkan sedikitnya 65 personel gabungan.

Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga rasa aman menjelang momen Lebaran.

Baca Juga : Pemkab Malang Siapkan Kuota 385 Kursi untuk Mudik Gratis, Diprioritaskan Masyarakat Kabupaten Malang

“Operasi Pekat Semeru 2026 ini merupakan langkah konkret kami untuk memastikan situasi Kamtibmas di wilayah Kota Malang tetap aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kami ingin operasi ini benar-benar membawa perubahan positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Wiwin.

Ia menambahkan, tujuan utama operasi tersebut adalah untuk mengungkap pelaku kejahatan. Lalumempersempit ruang gerak tindak kriminalitas, serta mencegah potensi gangguan keamanan agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata.

“Tujuan kami jelas, yakni mengungkap pelaku kejahatan, membatasi ruang dan akses terjadinya tindak pidana, serta meniadakan peluang terjadinya kejahatan. Dengan demikian, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Malang dapat terjamin, terutama menjelang Idul Fitri,” tegas Wiwin.

Menurutnya, dalam sasaran Operasi Pekat Semeru 2026 polisi bakal menindak sejumlah sasaran. Diantaranya berbagai bentuk potensi gangguan (PG), ambang gangguan (AG), hingga gangguan nyata (GN) yang bersumber dari berbagai aktivitas ilegal. Di antaranya penyalahgunaan bahan peledak dan petasan, peredaran narkoba, aksi premanisme, prostitusi, pornografi, perjudian, serta peredaran minuman keras ilegal maupun oplosan.

Wiwin menambahkan, pihaknya juga mengedepankan langkah preventif dan preemtif, selain tindakan penegakan hukum, guna memastikan hasil operasi dapat maksimal.

Baca Juga : Ramai Soal Menu MBG Tak Layak, Pemkab Lamongan Bakal Panggil Seluruh Kepala SPPG

“Kami mengedepankan kegiatan preventif, preemtif, dan represif secara seimbang. Harapannya, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman,” tambah Wiwin, Rabu (25/2/2026).

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan bersama,” tutup Wiwin.