15 Pantangan Tahun Baru Imlek 2026 yang Masih Dipercaya, Simbol Harapan agar Rezeki dan Hoki Tidak Kabur
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
12 - Feb - 2026, 04:39
JATIMTIMES - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan suasana meriah, warna merah yang mendominasi, angpao, hingga hidangan khas yang tersaji di meja makan keluarga. Namun di balik kemeriahannya, ada berbagai pantangan Tahun Baru Imlek yang masih dipercaya dan dijalankan hingga sekarang, termasuk saat Imlek 2026.
Pantangan ini bukan sekadar mitos tanpa makna. Dalam tradisi Tionghoa, setiap tindakan di hari pertama tahun baru dipercaya membawa simbol dan energi yang akan memengaruhi perjalanan setahun ke depan. Karena itulah banyak keluarga memilih lebih berhati-hati dalam bersikap, berbicara, dan bertindak saat Imlek tiba.
Baca Juga : Ada Metode Hisab dan Rukyat, Kemenag Pakai yang Mana untuk Tentukan Awal Ramadan 2026? Ini Jawabannya
Dilansir dari berbagai sumber, berikut 15 pantangan saat Tahun Baru Imlek 2026 lengkap dengan makna dan filosofi di baliknya.
1. Tidak Menggunakan Gunting, Pisau, atau Benda Tajam
Benda tajam dipercaya dapat “memotong” keberuntungan dan rezeki yang baru datang. Karena itu, aktivitas seperti memotong bahan makanan atau menggunakan gunting di hari pertama Imlek biasanya dihindari.
Maknanya sederhana: jangan sampai hoki yang baru masuk justru terputus di awal tahun.
Tips praktis: Siapkan semua bahan masakan dan kebutuhan dapur sehari sebelum Imlek agar tidak perlu menggunakan pisau di hari-H.
2. Tidak Keramas atau Memotong Rambut
Dalam bahasa Mandarin, kata “rambut” memiliki bunyi yang mirip dengan “rezeki”. Karena itu, keramas atau potong rambut di hari Imlek dipercaya seperti membuang keberuntungan.
Filosofinya adalah menjaga agar rezeki yang telah terkumpul dari tahun sebelumnya tidak “tercuci bersih”.
Saran: Jika ingin tampil rapi dan segar, lakukan potong rambut beberapa hari sebelum Imlek.
3. Menghindari Memecahkan Piring, Gelas, atau Kaca
Benda pecah melambangkan perpecahan dan keretakan hubungan. Jika ada piring atau gelas yang pecah di hari pertama Imlek, hal itu sering dianggap sebagai pertanda kurang baik.
Namun jika tidak sengaja terjadi, biasanya orang akan segera mengucapkan doa atau kata-kata positif sebagai penetral makna buruknya.
4. Tidak Menyapu atau Membersihkan Rumah
Menyapu pada hari Imlek dipercaya bisa “menyapu keluar” keberuntungan yang baru saja masuk ke dalam rumah.
Karena itu, tradisi yang umum dilakukan adalah bersih-bersih besar sebelum Imlek, lalu membiarkan rumah tetap rapi tanpa aktivitas menyapu di hari pertama.
Maknanya: biarkan energi baik menetap dan tidak ikut terbuang.
5. Tidak Mengucapkan Kata-Kata Kasar atau Negatif
Imlek adalah momen penuh doa dan harapan. Kata-kata dipercaya memiliki energi, sehingga ucapan negatif, marah, atau keluhan sebaiknya dihindari.
Sebaliknya, orang dianjurkan memperbanyak doa, pujian, dan harapan baik. Suasana yang positif diyakini membawa keberuntungan sepanjang tahun.
6. Tidak Mengunjungi Keluarga Istri di Hari Pertama
Dalam tradisi lama, hari pertama Imlek biasanya diprioritaskan untuk keluarga pihak suami. Mengunjungi keluarga istri di hari pertama dipercaya bisa “mengalihkan” rezeki.
Namun di zaman modern, banyak keluarga yang sudah lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.
7. Menghindari Mengunjungi Rumah Sakit (Kecuali Darurat)
Rumah sakit identik dengan sakit dan kesialan. Datang ke rumah sakit di hari pertama Imlek, jika tidak darurat, dipercaya membawa simbol kurang baik.
Namun jika ada kondisi kesehatan yang mendesak, tentu keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
8. Tidak Menagih atau Meminjam Uang
Imlek diharapkan menjadi awal yang damai dan berkecukupan. Karena itu, urusan utang piutang sebaiknya diselesaikan sebelum hari raya.
Menagih atau meminjam uang di hari pertama dipercaya membawa simbol kekurangan finansial sepanjang tahun.
9. Tidak Bertengkar atau Menangis
Pertengkaran dan air mata dianggap sebagai simbol kesedihan yang bisa terbawa hingga akhir tahun.
Itulah sebabnya banyak keluarga berusaha menjaga suasana tetap hangat dan harmonis saat berkumpul di momen Imlek.
10. Menghindari Minum Obat di Hari Pertama
Minum obat dipercaya sebagai simbol memulai tahun dalam kondisi sakit. Maknanya adalah harapan agar sepanjang tahun diberikan kesehatan.
Namun bagi yang memiliki pengobatan rutin, pantangan ini tidak perlu dipaksakan. Kesehatan tetap yang utama.
11. Tidak Memberi Hadiah pada Orang yang Masih Tidur
Memberi sesuatu saat penerima belum bangun dipercaya kurang sopan dan membawa makna energi malas.
Baca Juga : Hampir Sebulan Ditahan, Kondisi Kejiwaan Yai Mim Disebut Masih Belum Stabil
Tradisinya, semua anggota keluarga bangun lebih awal dan menyambut hari dengan semangat baru.
12. Tidak Makan Bubur
Bubur diasosiasikan dengan kondisi sakit atau kekurangan. Di hari Imlek, makanan yang disajikan biasanya melambangkan kemakmuran, seperti:
• Ikan (simbol kelimpahan)
• Mi panjang umur (simbol umur panjang)
• Kue keranjang (simbol keharmonisan dan peningkatan rezeki)
13. Menghindari Memberi Hadiah yang Bermakna Buruk
Beberapa hadiah dianggap memiliki simbol kurang baik, seperti:
• Jam (melambangkan waktu habis)
• Sepatu (makna pergi atau menjauh)
• Payung (simbol perpisahan)
• Benda tajam (memotong hubungan)
Sebaliknya, hadiah yang dianjurkan antara lain jeruk, makanan manis, hampers, dan angpao.
14. Tidak Mencuci Pakaian
Mencuci baju di hari Imlek dipercaya bisa “mencuci” keberuntungan. Oleh karena itu, banyak orang menyiapkan pakaian bersih sebelum hari raya tiba.
15. Tidak Mengenakan Pakaian Hitam atau Putih
Warna hitam dan putih identik dengan suasana duka dalam tradisi Tionghoa. Saat Imlek, warna merah dan emas lebih dianjurkan karena melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan kemakmuran.
Mengenakan warna cerah juga dipercaya membantu menarik energi positif di awal tahun.
Filosofi di Balik Pantangan Tahun Baru Imlek
Jika dilihat lebih dalam, pantangan Imlek bukan sekadar soal mitos atau kepercayaan turun-temurun. Di baliknya terdapat pesan moral dan filosofi hidup:
• Mengendalikan emosi
• Menjaga ucapan
• Menghormati keluarga
• Memulai tahun dengan pikiran positif
• Menghindari konflik dan kesialan
Bagi generasi muda, pantangan ini sering dipahami sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya, tanpa harus dimaknai secara kaku. Yang terpenting adalah esensinya: membuka tahun baru dengan niat baik, semangat baru, dan hubungan yang lebih hangat.
Karena pada akhirnya, Imlek bukan hanya tentang tradisi, tapi tentang harapan agar setahun ke depan dipenuhi rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan.
