Kawin Adat Indonesia, Pasangan Rusia Langsung Dapat Surat Nikah
Reporter
Lazuardi Firdaus
Editor
Lazuardi Firdaus
25 - Aug - 2016, 05:10
Di Indonesia, banyak pasangan yang menikah dengan gaya kebarat-baratan. Namun, di Rusia justru sebaliknya. Banyak pasangan muda-mudi dari penjuru Rusia lebih senang menggunakan adat Indonesia untuk meresmikan hubungan mereka.

Setidaknya ada sekitar 50 pasangan Rusia yang menikah secara adat Indonesia. Acara pernikahan adat Indonesia itu sendiri dilakukan di kompleks Taman Hermitage, Moskow. Dan merupakan satu rangkaian dengan Festival Indonesia di Rusia yang digelar pada 20-21 Agustus lalu.
Pernikahan yang digelar Taman Hermitage ini adalah pernikahan sesungguhnya dan resmi. Pasangan yang menikah dengan adat Indonesia ini langsung mendapatkan sertifikat atau surat nikah dari pemerintah Rusia. Dan pernikahan mereka juga disahkan oleh pendeta, serta disaksikan keluarga dan kerabat. Pasangan Victor dan Elisabeth misalnya, mereka menikah dengan menggunakan adat dan pakaian Sumatera Barat.
Pasangan asal Moskow ini menyatakan senang telah menikah secara resmi. Victor menyatakan, dia selama ini senang dengan kebudayaan Indonesia yang beragam. Menurutnya, budaya Indonesia mempunyai nilai dan filosofi yang mendalam. "Menikah dengan pakaian adat Indonesia adalah obsesi saya. Dan keluarga saya mendukung pernikahan ala Indonesia ini," kata Victor.
Victor dan Elisabeth pun tampak terharu ketika menerima surat nikah. Mata mereka tampak berkaca-kaca setelah hubungan mereka benar-benar diikat secara resmi.

Dalam pernikahan ala Indonesia ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rusia menunjuk David Kermite sebagai pendeta. Bagi David sendiri, menikahkan orang baru dilakukannya di Rusia. Selama ini, pria yang sedang menyelesaikan pendidikan doktoral perternakan di Rossiskiy Universiter Druzby Narodof itu paling banter hanya menjadi saksi.
Awalnya, dia tak menyangka akan menikahkan pasangan secara resmi. Dalam benaknya, dia hanya dikira menikahkan secara simbolis saja. "Saya diminta oleh kedutaan untuk menikahkan pasangan Rusia. Sebab, para pasangan ini juga minta pendeta dari Indonesia dan mengunakan bahasa Indonesia," ujar David.
Pria asal Ambon tersebut menyatakan, adat yang digunakan berbagai macam, sesuai dengan keinginan masing-masing pasangan. Ada yang menggunakan pakaian adat Sumatera, Jawa, Sulawesi, Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Ambon.
Sumpah dan janji yang digunakan pun juga menggunakan bahasa Indonesia. Namun, sertikat pernikahannya tetap berbahasa dan berhuruf Rusia, sebab yang mengeluarkan surat nikah memang pemerintah setempat.(*)
